Lima Pengedar Uang Palsu Rp16 Juta Dibekuk

Damar Iradat    •    Jumat, 25 Sep 2015 17:00 WIB
uang palsu
Lima Pengedar Uang Palsu Rp16 Juta Dibekuk
Ilustrasi--MI/ANGGA YUNIAR

Metrotvnews.com, Jakarta: Polres Metro Jakarta Barat meringkus komplotan pengedar uang palsu. Dari tangan tersangka disita uang palsu sejumlah Rp16.050.000.

"Lima tersangka masing-masing AS, SU, KF, MA, dan LC," kata Kapolres Jakbar Kombes Rudy Haryanto Ady Nugroho di Polres Jakbar, Jumat (25/9/2015).

Menurut Rudy, AS dan kawan-kawan sudah enam bulan beraksi. Mereka telah mencetak sedikitnya Rp200 juta upal.

"Penangkapan ini laporan yang keenam ke Polsek Kalideres. Akhirnya, para tersangka diamankan di beberapa tempat," lanjut dia.

Penangkapan berawal dari kecurigaan seorang korban, Rady. Rudy yang berprofesi sopir angkot C15 jurusan Ciledug- Semanan mengangkut seorang pelaku yang membayar uang Rp50.000, padahal tarif angkot hanya Rp7.000.

Selesai narik, Rady menyetorkan uang kepada pemilik angkot, Yanti. Tak lama, Yanti menyadari, ada uang palsu terselip dari uang setoran.

Dari situ, polisi melakukan penyelidikan. Mula-mula polisi menangkap AS di daerah Karang Tengah, Tanggerang. Bersama AS disita uang palsu sejumlah Rp500.000.

"Pelaku AS ketika diinterogasi mengaku jika dia mendapatkan uang palsu dari tersangka SU. Dari situ polisi juga berhasil meringkus SU," paparnya.

Setelah mengamankan dan meminta keterangan SU, polisi mengembangkan penyelidikan ke pelaku lain, MA dan KF. Dari keduanya, polisi akhirnya mengetahui jika upal didapat dari LC, warga Desa Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Cara produksi upal, sambung Rudy, ada yang diprint dan disablon, yang ditemukan sementara Rp50 ribu. "Peredaran (uang palsu) di warung-warung kecil, ada label tag dari BCA juga," jelasnya.

Dari tangan kelima tersangka polisi berhasil mengamankan barang bukti sebagai berikut; uang kertas palsu sejumlah Rp16.050.000, satu unit mesin laminating, enam kaleng tinta, satu buah penggaris, satu kaca, satu buah cutter, tujuh lembar pita plastik, satu set alat sablon, dan satu lampu ultra beserta uang kertas palsu yang masih belum jadi sebanyak 285 lembar uang pecahan Rp50.000, atau sekitar Rp 28.500.000.

Kelima tersangka bakal dijerat dengan Pasal 224 dan 225 KUHP. Hukuman maksimal kepada lima tersangka yakni 15 tahun penjara.


(YDH)