Pernyataan The Fed Membingungkan, IHSG pun Tertekan

   •    Jumat, 25 Sep 2015 17:25 WIB
ihsg
Pernyataan The Fed Membingungkan, IHSG pun Tertekan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Metrotvnews.com, Jakarta: Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Federal Reserve, Janet Yellen terkait suku bunga acuan membuat bingung pasar dan menjadi salah satu pemicu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan.

"Pidato Janet Yellen masih membingungkan pasar, itu salah satu faktor penurunan IHSG," kata Direktur Pengawasan BEI Hamdi Hassyarbini, seperti dikutip Antara, di Jakarta, Jumat (25/9/2015).

Selain itu, lanjut dia, kondisi nilai tukar rupiah yang masih berada dalam tren penurunan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menambah kekhawatiran pelaku pasar saham di dalam negeri. Komponen biaya USD bagi perusahaan di Indonesia yang masih cukup besar dikhawatirkan akan memperlambat kinerja emiten ke depannya.

"Terdepresiasinya rupiah, otomatis akan mempengaruhi kinerja emiten," jelasnya.

Dalam menahan penurunan IHSG lebih dalam, masih kata Hamdi, pihaknya sudah mengantisipasi melalui beberapa kebijakan yakni mengubah aturan batas bawah auto rejection di sistem perdagangan efek menjadi sebesar 10 persen.

Auto rejection merupakan penolakan secara otomatis oleh sistem perdagangan saham yang dimiliki oleh BEI terhadap penawaran jual dan atau permintaan beli efek bersifat ekuitas akibat dilampauinya batasan harga atau jumlah efek bersifat ekuitas yang ditetapkan oleh BEI.

Kemudian, lanjut dia, saat ini BEI bersama dengan regulator pasar modal lainnya juga sedang membahas mengenai pelonggaran transaksi marjin efek, kebijakan itu diharapkan dapat menahan tekanan lebih dalam. Transaksi marjin merupakan transaksi pembelian efek untuk kepentingan nasabah yang dibiayai oleh perusahaan efek atau broker.


(ABD)