Pertamina akan Tambah Storage dan Pipanisasi

Annisa ayu artanti    •    Jumat, 25 Sep 2015 17:34 WIB
pertamina
Pertamina akan Tambah <i>Storage</i> dan Pipanisasi
Vice President Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro. FOTO: MTVN/Husen Miftahudin

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Pertamina (Persero) berencana membangun storage dengan kapasitas 3,06 juta kiloliter (kl) dan pipa baru sepanjang 956 kilometer (km) untuk memenuhi kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) agar mencapai 30 hari.

Vice President Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro menjelaskan, cadangan energi saat ini baru sebatas cadangan operasional BBM sebesar 21 sampai 31 hari.

Ketahanan stok operasional BBM Indonesia diakui masih sangat kecil dibandingkan dengan negara lain di ASEAN seperti Singapura, Thailand, dan Vietnam. Untuk memperbesar ketahanan stok operasional tersebut, Wianda mengaku perlu ada penambahan storage dan pipa penyalur BBM.

"Total penambahan storage BBM mencapai 3,06 juta kl dengan investasi sebesar USD1,63 miliar. Meliputi investasi kelengkapan dan pipanisasi," jelas Wianda, di Kantor Pusat Pertamina, Jalan Medan Merdeka Timur, Jakarta, Jumat (25/9/2015).

Saat ini, salah satu progress pembangunan, Wianda menyebutkan di Terminal Sambu, Tanjung Uban, dan Tuban dengan kapasitas masing-masing 150.000 kl, 200.000 kl, dan 50.000 kl akan selesai pada 2016.

"In progress, pembangunan di Terminal Sambu 150 ribu kl. Tanjung Ubang 200 ribu kl dan Tiban 50 ribu kl. Akan kelar 2016," ujar Wianda.

Dengan demikian, tambah Wianda, perusahaan pelat merah ini akan menekan budget ongkos transportasi pendistribusian BBM. Karena menurutnya, dengan menggunakan pipa lebih murah dibanding dengan truk BBM.

"Kehandalannya pun bisa sangat baik karena kita ada valve. Kalau ada kebocoran kita lakukan penutupan valve dari blok per blok. Intinya bagaimana kita bisa disambungkan ke daerah-daerah yang butuh BBM," pungkas dia.


(AHL)