Keinginan Salat Id Bersama Keluarga Berujung Maut

Sumantri    •    Jumat, 25 Sep 2015 19:09 WIB
kecelakaan lalu lintas
Keinginan Salat Id Bersama Keluarga Berujung Maut
Motor salah seorang korban dalam kecelakaan di Ciledug, Kamis (24/9/2015). Foto: Annisa Ayu Artanti/MTVN

Metrotvnews.com, Jakarta: Aulia Mustika, 32, tadinya ingin salat Idul Adha bersama kedua orang tua dan anaknya yang tinggal di Perumahan Japis Graha Lestari, Blok B1/18, Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang, Banten. Namun, keinginannya itu tidak pernah kesampaian. 

Aulia yang membonceng sepeda motor Honda CBR B3242 SHO milik temannya, Dodi Irawan, menjadi salah seorang korban tewas dalam insiden kecelakaan di Ciledug, kemarin pagi. Nasib Dodi, warga Jalan Koplo RT 04/05, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pun tak beda. Dia meninggal di tempat.

"Saya tidak mengira Aulia meninggal dengan cara tragis seperti ini," kata Olip, orang tua korban, Jumat (25/9/2014).

Pasalnya, kata Olip, pada malam takbir atau Rabu 23 September, korban yang sedang dalam proses perceraian, menghubunginya via telpon genggam. Pada percakapan itu, korban yang dikaruniai dua anak ingin pulang untuk salat Id dan menikmati sajian Lebaran Haji di rumah orang tuanya.

Olip sempat mengingatkan agar jangan pulang menjelang dini hari. Karena di beberapa titik di Jalan Raya HOS Cokroaminoto, Ciledug, digunakan untuk salat Id. Olip khawatir macet. "Saat itu ia tetep bersikeras pulang pada dini hari," kata dia.

Ditunggu-tunggu, Aulia yang sejak beberapa bulan lalu indekos di sekitar tempat kerjanya tidak kunjung datang. Dan, sekitar pukul 08.00 WIB, Olip menerima telepon dari kepolisian yang mengabarkan Aulia kecelakaan.

"Saat itu saya tidak percaya dan sempat marah-marah, karena menduga kabar tersebut adalah kabar burung yang berakhir dengan penipuan," kata Olip. Begitu dicek ke RSUD Kabupaten Tangerang, ternyata benar, Aulia meninggal.

Jenazah Aulia lansung dibawa pulang untuk dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) Perumahan Japos Graha Lestari, Ciledug. Selain Aulia Mustika dan Doddy Indrawan, satu korban tewas lainnya adalah Yefriyan Siburian, pengendara Honda Beat B 3977 FUJ, yang tinggal di Kampung Karang Sambung RT.01/09, Tambun, Bekasi Jawa Barat,

Yefrian sehari-hari berdagang jangkrik (makanan burung) di kawasan Ciledug. Sementara itu dua korban luka serius adalah Kasno Trimulyono dan anaknya, Yulia Ananda Safitri, dirujuk dari RS Amanah di rujuk ke RS Sari Asih, Ciledug Kota Tangerang.

Warga Jalan Barokah I. No. 44 RT 01/10, Kecamatan Larangan Utara, Kota Tangerang itu melintas di Jalan HOS Cokroaminoto, berencana solad ied di salah satu masjid di kawasan itu.

"Ketiga jenazah itu, sudah dibawa pulang oleh keluarganya masing-masing untuk dimakamkan," kata Kasat Lantas Polres Metro Tangerang, Komisaris Donny Eka Saputra. Sementara Hery Jhonson, sopir box yang menabrak tiga sepeda motor yang menewaskan tiga orang korbanya dan dua orang lainnya luka-luka, statusnya sudah ditingkatkan sebagai tersangka.

Kecelakaan maut yang menewaskan tiga orang itu terjadi pukul 06.01 WIB, sesaat sebelum salat Idul Adha. Mobil box pengangkut logistik melaju melawan arah di Jalan Raya Ciledug, Tangerang. Mobil itu lantas menabrak tiga motor yang tengah melaju. 



(KRI)