Ditemukan Pemotongan Hewan Kurban Tak Higienis di Yogyakarta

Patricia Vicka    •    Jumat, 25 Sep 2015 19:23 WIB
idul adha
Ditemukan Pemotongan Hewan Kurban Tak Higienis di Yogyakarta
Pemotongan sapi di Ndaleman Pujokusuman, Kota Yogyakarta. Foto: MTVN/Vicka

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Koperasi dan Pertanian (Disperindagkoptan) Kota Yogyakarta masih menemukan panitia kurban yang memotong hewan tidak higienis dan tidak sesuai standar pemotongan.

Kepala Bidang Disperindagkoptan Yogyakarta, Benny Nurhantoro, mengatakan ada panitia yang tidak menggunakan alas untuk memotong daging kurban.

"Masih banyak takmir yang tidak higenis dan salah dalam memotong. Seperti masih ada yang memotong daging sapi di lantai dan tanpa alas khusus. Hanya pakai alas pemisah dengan lantai. Padahal orang lalu lalang nginjek alas itu," tutur Benny pada Metrotvnews.com di Yogyakarta, Jumat (25/9/2015).

Seharusnya, menurut dia, panitia memberi talenan (alas dari kayu) saat memotong daging kurban. "Saya menemukan contoh bagus di daerah Kota Gede sudah pakai talenan untuk potong daging. Itu yang harus dicontoh," ucapnya.

Selain itu ada pula panitia yang memotong kurban di pinggir jalan. "Di daerah Taman Siswa saya lihat petugas memotong sapi di pinggir Jalan. Di sana bukan hanya ada asep rokok, ada juga asap knalpot. Mereka tidak tahu kalau debu bisa langsung lengket di daging," katanya.

Agar kejadian ini tak terulang, pihaknya berencana membuat sebuah video yang berisi contoh penyembelihan dan pemotongan sapi yang baik dan higienis.

"Nanti video itu akan kami bagikan dalam bentuk CD lalu kami sebar ke takmir-takmir di masjid Kota Yogyakarta. Lalu kita akan memberikan sosialisasi ke titik-titik yang masih belum memenuhi standar. kita akan melakukan pendekatan melalui kecamatan supaya mudah menyebarluaskan ke masing-masinh pengelola masjid," katanya.

Berdasarkan pantauan dinas, selama Idul adha pada Rabu dan Kamis lalu, ditemukan 90 sapi terinfeksi cacing hati dari 1.313 sapi kurban. Sedangkan 1.718 domba dan 358 kambing bebas dari kandungan cacing hati.


(UWA)