Rupiah Anjlok, Bulog Hanya Impor Daging Sapi 2.000 Ton

Suci Sedya Utami    •    Jumat, 25 Sep 2015 19:40 WIB
impor sapi
Rupiah Anjlok, Bulog Hanya Impor Daging Sapi 2.000 Ton
Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Metrotvnews.com, Jakarta: Anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dan menembus level Rp14.700 per USD ternyata memiliki pengaruh nyata terhadap realisasi impor daging sapi yang dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

Direktur Utama Bulog Djarot Kusumayakti memperkirakan pihaknya hanya akan mampu melakukan impor daging sapi sebanyak 2.000 ton sampai dengan 3.000 ton di bulan depan atau sekitar seperlima dari kuota impor yang diberikan pemerintah, yaitu 10.000 ton.

"Mungkin bulan depan 2.000 ton sampai dengan 3.000 ton," jelas Djarot, ketika ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/9/2015).

Bahkan, lanjut Djarot, jika nilai tukar rupiah nantinya semakin mengalami pelemahan dan mencapai level Rp15.000 per USD maka dipastikan akan lebih menyulitkan realisasi impor daging sapi. "Memang iya (sulit). Karena dulu kita rancang pada saat Rp13.500 per USD. Hari ini Rp14.000 per USD lebih ya. Tentu ada yang harus dikoreksi, tapi tidak apa-apa," jelas dia. 

Namun demikian, ia mengklaim bahwa Bulog tetap memprioritaskan kuota yang telah diberikan oleh pemerintah untuk bisa dioptimalkan realiasasinya. "Yang penting prioritas pertama jangan sampai tidak ada barang. Prioritas kedua bagaimana menekan harga, menjadi lebih rasional," pungkasnya.



(ABD)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA