Indonesia Upayakan Ekstradisi Pelaku Penculikan WNI di Papua Nugini

Githa Farahdina    •    Jumat, 25 Sep 2015 19:54 WIB
penculikan
Indonesia Upayakan Ekstradisi Pelaku Penculikan WNI di Papua Nugini
Ilustrasi. Tim Reserse mobile (Resmob) Manguni melumpuhkan pelaku kejahatan pencurian kendaraan bermotor saat demo peresmian kesatuan Resmob Manguni di Polda Sulut, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (7/8). ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar

Metrotvnews.com, Jakarta: Polri berupaya bisa menangani kasus penculikan dua warga negara Indonesia di Papua Nugini (PNG). Penculik diharapkan bisa diproses di Indonesia.

"Kasus yang ada di kita, (diproses) di kita tentunya. Oleh karena itu, kewajiban (Indonesia) minta ekstradisi sama pemerintah PNG karena salah satu pelaku ada di daftar pencarian orang (DPO) kita," tegas Kapolri Jenderal Badrodin Haiti di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2015).

Dua negara, lanjut Kapolri tetap bisa melaksanakan penyidikan. Kendati, penangkapan ataupun penculikan korban dilakukan di wilayah Papua yang notabene kawasan Indonesia. "Papua kan wilayah kita," tukas Jenderal bintang empat ini.

(Baca: Penculik WNI Buronan Polri Sejak 2006)

Penculikan berawal dari peristiwa penembakan terhadap empat penebang kayu di Kampung Skofro, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua, Rabu 9 September. Tukang kayu WNI, Sudirman dan Badar, kemudian diculik kelompok sipil bersenjata dan dibawa ke wilayah Skouwtiau, Papua Nugini. Mereka kini sudah dibebaskan.

(Baca: Jokowi Puji Pembebasan Sandera di Papua Nugini)
 


(OGI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA