Hadapi MEA dengan Balai Latihan Kerja

Pelangi Karismakristi    •    Jumat, 25 Sep 2015 19:58 WIB
kemenaker ads
 Hadapi MEA dengan Balai Latihan Kerja
Menaker Hanif Dhakiri pada saat menyaksikan penandatanganan memorandum of understanding (MOU) penyaluran kerja lulusan SMK/MA Maarif se-Kebumen--Foto: Kemenaker

Metrotvnews.com, Jakarta: Balai Latihan Kerja (BLK) terkadang masih kurang mendapat perhatian dari masyarakat, padahal lemabaga ini sangatlah membantu bagi para pelajar atau lulusan perguruan tinggi yang ingin menambah kompetensi kerjanya. Menjelang Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun 2015 ini, Kemenaker telah menyiapkan lebih dari 200 BLK di seluruh Indonesia.

Sistem pelatihan di seluruh BLK akan ditekankan pada jenis pelatihan yang sesuai kebutuhan industri di tiap daerahnya. Misalnya keterampilan kejuruan otomotif, las, bangunan kayu dan batu, elektronik, komputer, bahasa asing, teknologi informasi, menjahit, kerajinan tangan, pertanian dan perkebunan, serta lainnya.

"Untuk mengembangkan jumlah maupun kualitas tenaga kerja lokal, maka BLK harus menampung pekerja maupun calon pekerja yang tidak berdasarkan ijazah sekolah formal baik SMA maupun SMK, namun berdasarkan kompetensi yang dimiliki," tegas Menaker Hanif Dhakiri dalam penandatanganan memorandum of understanding (MOU) penyaluran kerja lulusan SMK/MA Maarif 

se-Kebumen di SMK Maarif 1 Kebumen, Jawa Tengah, Rabu (23/9/2015) petang.

Hanif menekankan pentingnya SDM yang baik dalam mempersiapkan MEA, caranya dengan melakukan percepatan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKNNI) agar profesi dan kebutuhan di seluruh sektor kerja kita mendapatkan pengakuan dunia internasional.

"Kita gerakkan BLK dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi untuk menyiapkan dan mempercepat sertifikasi kompetensi kerja bagi para pekerja Indonesia sehingga mampu bersaing dengan pekerja dari negara lain," pungkas Menaker.


(LHE)