Tragedi Mina 2015

Sejumlah WNI Tak Bisa Dihubungi

M Rodhi Aulia    •    Jumat, 25 Sep 2015 20:11 WIB
tragedi mina 2015
Sejumlah WNI Tak Bisa Dihubungi
Saleh Partaonan Daulay. Foto: M Irfan/MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah warga negara Indonesia yang menjalankan ibadah haji tidak bisa dihubungi keluarganya di Tanah Air pasca-terjadinya tragedi Mina. Para petugas haji Indonesia termasuk tim pengawas dari komisi VIII DPR mencoba mencari jemaah haji yang dimaksud.

"Ada juga keluarga dari Tanah Air yang menelepon kita dan memberitahukan kalau keluarganya yang merupakan jemaah haji tidak bisa dihubungi setelah tragedi Mina," kata Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay kepada wartawan, Jumat (25/9/2015).

Saleh dan sejumlah anggota komisi VIII saat ini sedang berada di Tanah Suci. Pihaknya mengaku ikut mencari nama-nama yang tak bisa dihubungi.

"Semua nama yang diberikan kepada kita langsung kita kirimkan ke PPIH untuk segera dimasukkan ke dalam daftar pencarian," ujar dia.

Dalam suasana tidak normal seperti ini, lanjut Saleh, tidak mudah untuk melacak keberadaan jemaah yang dikabarkan hilang tersebut. "Kita berharap pihak otoritas Saudi membuka akses bagi seluruh misi haji dari berbagai negara untuk ikut melakukan proses identifikasi. Proses identifikasi diyakini akan lebih mudah dilakukan dengan melibatkan negara-negara asal jemaah," ungkap dia.

Sebab, lanjut dia, masing-masing negara memiliki cara dan tanda pengenal khusus terhadap jemaahnya. Kalau hanya otoritas Saudi, proses identifikasi tidak akan berjalan dengan cepat dan lancar. Apalagi saat insiden terjadi, semua jemaah menggunakan pakaian ihram. 

"Hanya tanda pengenal khusus yang bisa digunakan untuk melakukan proses identifikasi awal," tukas dia.

Saleh mencontohkan, jemaah haji Indonesia sudah dibekali gelang di tangan masing-masing. Dengan melihat gelang itu, langsung bisa diketahui, jemaah tersebut asal Indonesia. Selain itu dapat dilihat dari gelang dan ragam warnanya, terkait kadar kesehatan jemaah haji bersangkutan.

"Dan yang bisa mengenali itu dengan mudah adalah para petugas kita," kata dia.

Adapun jumlah yang dikabarkan tak bisa dihubungi, Saleh mengaku masih fluktuatif dan simpang siur. Namun ia sempat mengungkap sejumlah nama. Dia menyebut suami istri atas nama Sofyan Haerudin, 46, nomor paspor B0740442 dan E Maesaroh, 25, nomor paspor B0740336 Kloter 21-JKS.

Selain itu ada juga, satu orang atas nama Jaspandi kloter 61. Jaspandi disebut terpisah dari rombongan dan tak bisa dihubungi. Sementara istrinya sudah kembali ke pemondokan bersama tiga orang lainnya.



(KRI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA