Oknum Tentara Pengedar Sabu Ditahan

Yogi Bayu Aji    •    Sabtu, 26 Sep 2015 03:38 WIB
narkoba
Oknum Tentara Pengedar Sabu Ditahan
Ilustrasi. Prajurit Satgas Pamtas Yonif Linud 433/Julu Siri mengawal pelaku penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu dari Malaysia setibanya di Pelabuhan Sei Bolong, Kabupaten Nunukan, Kaltara, Jumat (9/1). ANTARA FOTO/M Rusman

Metrotvnews.com, Nunukan: Anggota TNI AD dari Kodim 0911/Nunukan, Kalimantan Utara ditangkap lantaran mengedarkan narkoba jenis sabu-sabu. Dia telah diserahkan dan ditahan Detasemen Polisi Militer (Den POM) Kodam VI Mulawarman.

Hal ini dibenarkan Komandan Sub Den POM VI/1-4 Nunukan Kapten CPM Abas Basari di Nunukan, Jumat (26/9/2015). Dia tak menampik ketika ditanya berkaitan dengan hasil penyidikan terhadap oknum anggota Babinsa Pulau Sebatik bernama Kopral Dua (Kopda) Firman yang tertangkap prajurit Satgas Pamtas Yonif 521/Dadah Yudha Pos Tanjung Aru Kecamatan Sebatik, 12 Juli 2015.

Abas mengutarakan, pihaknya menahan anggota TNI AD tersebut sejak 29 Juli 2015. Firman diserahkan ke Den POM Kodam VI Mulawarman, Jumat 18 September lalu setelah sejumlah saksi dimintai keterangan.

Lima orang yang dimintai keteranganya adalah prajurit Satgas Pamtas Yonif 521/DH yang menggerebek pada salah satu rumah di Tanjung Aru. Di sana, petugas menemukan barang bukti dalam bentuk paket seberat 7,60 gram yang siap edar dari tangan anggota Kodim 0911/Nunukan ini.

Kopda Firman sebagai pengedar sabu-sabu dikenakan pasal 114 junto pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dia rencananya akan disidangkan di Mahkamah Militer (Mahmil) Kodam VI Mulawarman di Balikpapan, Kaltim.

Kebenaran penangkapan juga diakui Komandan Satgas Pamtas Yonif 521/DH Letkol Inf Slamet Winarto. Pada saat penangkapan, Slamet Winarto mengaku tidak mengalami kendala atau mendapatkan perlawanan dari oknum anggota TNI AD ini.

"Jadi anggota TNI AD ini memang telah lama diintai sebagai pengedar sabu-sabu sehingga pada saat ditemukan pada salah satu rumah di Tanjung Aru saat sedang transaksi (menjual) langsung ditangkap," ungkap dia. (Antara)


(OGI)