Harga Minyak Anjlok, PHE WMO Tekan Biaya Produksi

Agus Josiandi    •    Sabtu, 26 Sep 2015 10:25 WIB
pertamina hulu energi
Harga Minyak Anjlok, PHE WMO Tekan Biaya Produksi
Ilustrasi -- FOTO: Antara/Zabur Karuru

Metrotvnews.com, Bangkalan: PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) mengklaim tetap memenuhi target produksi migas yang ditetapkan pemerintah. Kendati saat ini harga minyak dunia anjlok dari USD100 per barel menjadi sekitar USD50 per barel.

Guna menekan biaya produksi dalam mengantisipasi kerugian di tengah merosotnya harga minyak dunia, PHE WMO selaku Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di sejumlah ladang minyak di lapangan perairan barat Madura, melakukan berbagai efisiensi biaya operasional.

Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Budi Agustyono mengungkapkan, pencapaian target nasional bukan hal yang mudah karena terdapat banyak  kendala dalam pelaksanaan di lapangan. Terlebih di tengah turunnya harga minyak dunia, industri hulu migas dituntut melaksanakan efisiensi biaya operasi.

Beberapa langkah yang dilakukan guna menekan biaya operasi di antaranya adalah renegosiasi kontrak pengadaan rig dan servis pengeboran, serta melakukan perubahan skenario operasi lapangan yang lebih sederhana, yakni kolaborasi operasi dengan perusahaan migas yang wilayahnya berdekatan, seperti sharing penggunaan material dan peralatan.

Dirut Pertamina Dwi Soetjipto mengaku terus mendorong PHE WMO untuk terus mengejar target produksi minyak nasional, dengan melanjutkan pengeboran sumur produksi ataupun kegiatan eksplorasi dan menambah cadangan di lapangan PHE WMO. Dwi menegaskan, kendati harga minyak dunia tengah merosot, namun biaya produksi masih di bawah harga jual.

"Melihat biaya produksinya masih di bawah USD42 per barel, tidak ada alasan untuk tidak melakukan pengeboran sumur baru di PHE WMO,” terangnya, di Bangkalan, Jumat, 25 September.

Berdasarkan data pihak SKK Migas, untuk periode Januari-September 2015, produksi rata-rata sebesar 783.000 barel per hari atau 95 persen target nasional. Sedangkan untuk tahun ini, PHE WMO ditarget 14.373 barel per hari, di mana lifting PHE WMO bisa mencapai 15.490 barel per harinya.


(AHL)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

6 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA