Minimalisir PHK, BI Diminta Serius Urusi Pelemahan Rupiah via BI Rate

Suci Sedya Utami    •    Sabtu, 26 Sep 2015 12:56 WIB
rupiah melemah
Minimalisir PHK, BI Diminta Serius Urusi Pelemahan Rupiah via BI Rate
Ilustrasi Gedung BI. ANTARA FOTO/Fanny Octavianus

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Golkar, Misbakhun meminta Bank Indonesia (BI) untuk melakukan upaya optimal dan lebih serius dalam menekan laju penurunan nilai tukar rupiah, terutama kebijakan suku bunga acuan (BI Rate).

Pasalnya, semakin rupiah tak berdaya terhadap keperkasaan USD, maka dunia usaha semakin tertekan dan tidak tanggung-tanggung untuk melakukan pemberhentian hubungan kerja (PHK) terlebih untuk industri yang menggunakan bahan baku impor.

"Kita ingatkan BI supaya serius, ini bukan saatnya lagi tahan BI rate tinggi, karena kalau ditahan, dunia usaha akan tercekik, akibatnya melakukan PHK sebagai pilihan," kata Misbakhun ditemui disebuah acara dialog, di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (26/9/2015).

Menurut Misbakhun, PHK pun menjadi jalan terakhir yang dipilih pengusaha di tengah hasil produksinya yang tidak menguntungkan karena daya beli masyarakat yang menurun, sedangkan biaya barang baku impor. Apalagi saat ini, rupiah telah menembus Rp14.700 per USD mengakibatkan nilai bahan baku impor makin mahal.

"Satu-satunya pengusaha melakukan rasionalisasi terhadap jumlah karyawan yang dimiliki, mereka harus mengurangi biaya dan produksinya. Ini yang kita khawatirkan bersama," pungkasnya.


(AHL)