Pesan Khusus Monolog #3Perempuan, Bukan Bunga Bukan Lelaki untuk Wanita

Putu Radar Bahurekso    •    Sabtu, 26 Sep 2015 13:32 WIB
teater
Pesan Khusus Monolog #3Perempuan, Bukan Bunga Bukan Lelaki untuk Wanita
Teater Bukan Bunga Bukan Lelaki (foto:IST)

Metrotvnews.com, Jakarta: Selain membicarakan mengenai isu korupsi, teater monolog #Perempuan, Bukan Bunga Bukan Lelaki juga berusaha untuk memberikan pesan kepada kaum perempuan Indonesia. Isu kekerasan terhadap perempuan juga termasuk dalam alur cerita teater yang digelar di Taman Ismail Marzuki ini.

“Seni tidak boleh steril dari situasi sosial, politik, dan budaya di sekitarnya. Isu kekerasan terhadap perempuan harus terus ditanggapi untuk mengadvokasi para perempuan kita,” ujar Joan Arcana selaku pendiri Arcana Foundation.

Menurut Joan, masih banyak perempuan Indonesia yang mengalami tindak kekerasan, bahkan banyak dari mereka yang tidak sadar sedang mengalami kekerasan.

“Banyak lho perempuan Indonesia yang tidak tahu bahwa dirinya sedang mengalami kekerasan. Ada yang ditinggal begitu saja oleh suami-suami mereka dan hidup dengan anak-anak tanpa nafkah dari suami,” tambah Joan.

Secara singkat dalam teater monolog #3 Perempuan, Bukan Bunga Bukan Lelaki terdapat tiga tokoh perempuan yang menjadi pemeran utama namun mereka tidak saling mengenal. Setiap tokohnya secara bergantian melakukan monolog mengenai suami mereka yang merupakan seorang pejabat partai dan anggota parlemen.

Tiga tokoh utama dalam teater monolog ini diperankan oleh Inayah Wahid yang berperan sebagai Wagiyem yang merupakan gadis desa, Olga Lydia yang berperan sebagai Renata yang merupakan wanita dari kelas sosialita, dan Happy Salma yang berperan sebagai Liza Sasya yang berperan sebagai penyanyi dangdut.

Tokoh yang ada dalam pertunjukan teater monolog ini begitu menggambarkan keadaan banyak perempuan Indonesia yang mengalami kekerasan dan berasal dari keadaan maupun latar belakang yang berbeda. 



Salah satunya adalah tokoh Wagiyem yang merupakan gadis kampung yang ditinggal suaminya ke kota, Inayah Wahid menjelaskan mengenai tokohnya, “Yang jadi fokus dari Wagiyem itu bukan profesi dia sebagai tukang cuci. Kesan yang kuat dari wagiyem adalah penggambaran wanita Indonesia yang hidup dikampung dan seringkali ditinggal suaminya yang merantau ke kota tanpa ada kabar.”

Happy Salma yang berperan sebagai penyanyi dangdutpun menjelaskan bahwa melalui tokoh yang ia mainkan dapat dilihat bahwa masih banyak penyanyi-penyanyi dari kampung yang gampang dibohongi dengan embel-embel akan diorbitkan di kota. Begitupun tokoh yang diperankan oleh Olga Lydia yang menjadi cermin masih banyak perempuan yang ditipu oleh lelaki bahkan hingga kedalam perkawinan.

“Teater monolog ini juga semoga bisa menjadi pesan buat perempuan Indonesia agar tidak lagi menjadi korban,” pungkas Inayah Wahid.


(LOV)

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

KPK akan Jemput Setnov dari RSCM?

54 minutes Ago

KPK diinformasikan akan menjemput Setya Novanto dari RSCM untuk dibawa ke Rutan KPK. Namun KPK …

BERITA LAINNYA