Strategi Agen Travel Mengatasi Pelemahan Rupiah

Gervin Nathaniel Purba    •    Sabtu, 26 Sep 2015 16:30 WIB
Strategi Agen Travel Mengatasi Pelemahan Rupiah
Pengunjung sebuah pameran Garuda Travel Fair banyak yang meminati berlibur melalui agen travel. (MTVN/Gervin Purba)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bayu Buana sebagai perusahaan agen travel mempunyai strategi khusus agar bisa menarik pengunjung tetap bisa berlibur ke luar negeri, meskipun ekonomi dunia sedang melemah.

Direktur Bayu Buana, Agustinus Pake Seko, mengakui ada pengaruh dari melemahnya rupiah terhadap kinerja agen travel tersebut. Namun dalam situasi seperti ini, tambah dia, harus bisa mencari cara agar bisa memberikan solusi bagi konsumen.

"Dalam hal ini yang kita lakukan, punya low cost. Kita lakukan dengan cara menghilangkan beberapa komponen dari tur. Apa yang bisa kita hilangkan, ya hilangkan, atau beberapa bisa dikurangi ya kurangi. Jadi tetap memberikan kenyamanan ke tamu," ujar Agustinus Pake Seko, kepada Metrotvnews.com, saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (25/9/2015).

Penghilangan komponen yang dimaksud Agustinus yakni seperti penginapan hotel tidak harus di pusat kota. Menurutnya, penginapan bagi tamu bisa diatur di hotel yang letaknya di pinggir kota. Dengan demikian, harga menjadi lebih murah dibandingkan dengan yang ada di pusat kota.

"Sementara dari segi makanan, reguler kalau makanan itu kita bikin full box (pagi, siang, malam dapat jatah makan). Kalau yang ini kita bikin mungkin makan pagi saja. Siang dan malam bebas buat tamu mau makan apa. Bagus juga buat coba makanan lokal," ungkap Agustinus.

Sekadar informasi, pihak Bayu Buana menawarkan harga low season produk tur dengan tujuan Tiongkok yang dibuka dari sekitar Rp5,9 juta dengan nama tur China Explore Moslem Saver selama enam hari. Diikuti untuk tujuan Thailand dibuka dari sekitar Rp5,6 juta dengan nama tur Bangkok Pattaya Moslem Saver selama empat hari. Serta tujuan Turki dibuka dari harga Rp11,7 juta dengan nama tur Turkey Moslem Saver selama 10 hari.

Sedangkan untuk high season tujuan Korea Selatan dibuka dari harga sekitar Rp3,2 juta dengan nama tur Korea Saver selama lima hari. Diikuti dengan tujuan Tiongkok dibuka dari sekitar Rp5,2 juta dengan nama tur Beijing Moslem selama empat hari. Lalu tujuan Jepang dibuka dari sekitar Rp19,9 juta dengan nama tur Japan Wasabi Star selama enam hari.

"Harga masih wajar. Sebelumnya penjualan dalam bentuk USD sekarang convert dalam bentuk rupiah. Ini cuma masalah penyesuaian saja. Market perlu waktu untuk penyesuaian," katanya.
(AHL)