Hati-hati! Pikun juga Mengincar Usia Muda

M Rodhi Aulia    •    Minggu, 27 Sep 2015 08:36 WIB
kesehatan
Hati-hati! Pikun juga Mengincar Usia Muda
Suasana Gerakan Melawan Pikun di Monas -- MTVN/M Rodhi Aulia

Metrotvnews.com, Jakarta: Kepikunan atau demensia tidak melulu dialami seseorang yang sudah lanjut usia. Orang yang masih berusia muda ternyata juga dapat terancam serangan pikun.

"Dalam tiga tahun terakhir, masyarakat mulai sadar bahwa gejala-gejala Alzheimer bisa tampak sewaktu usia muda. Bahkan kami mendapatkan laporan bahwa Alzheimer telah menyerang anak muda berusia 22 tahun di Jawa Barat," kata Executive Director Alzheimer's Indonesia, DY Suharya di Silang Monas, Jakarta Pusat, Mingu (27/9/2015).

Berdasarkan penelitian terbaru, penderita demensia di Indonesia selalu meningkat setiap tahunnya. Peningkatan tersebut mencapai angka 20 persen atau sekarang menjadi sebanyak 1,2 juta orang. Di samping faktor kesehatan, penyakit demensia ini juga dapat membahayakan ekonomi keluarga.

Data yang diterima DY, penderita Alzheimer mengalami kerugian akibat pikun bertambah dari USD 1,7 miliar menjadi USD 2 miliar. Kerugian ini timbul karena hilangnya penghasilan bagi orang dengan demensia (ODD), biaya pengurusan ODD serta sejumlah biaya pengobatan yang harus ditebus.

"Apabila pendampingnya (ODD) adalah anggota keluarganya, maka kerugian ekonomi yang timbul adalah hilangnya penghasilan dari anggota keluarga tersebut karena berubah peran dari pekerja menjadi caregiver," ujar dia.

Maka dari itu, DY dengan organisasi nonprofit ini mengakampanyekan gerakan peduli Alzheimer sejak 2013 lalu. Hari ini organisasi yang dipimpinnya juga mengadakan Jalan Sehat “Melawan Pikun” dalam rangka World Alzheimer’s Month.

Lewat kegiatan ini mereka berusaha mensosialisasikan bahaya demensia. Masyarakat diharapkan dapat memerhatikan sejak dini gejala-gejala yang berkaitan dengan penyakit demensia tersebut.

"Risiko terkena Alzheimer bisa dikurangi dengan menerapkan pola hidup sehat, berolahraga rutin, mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang, berpikiran positif dan beraktivitas secara produktif," tukas dia.

Berikut sejumlah gejala demensia yang harus diwaspadai:

1. Gangguan daya ingat.
Sering lupa akan kejadian yang baru saja terjadi, lupa janji, menanyakan dan menceritakan hal yang sama berulang kali, dan lupa tempat parkir di mana dalam frekuensi yang tinggi.

2. Sulit fokus.
Sulit melakukan aktivitas, pekerjaan sehari-hari, lupa cara memasak, mengoperasikan telefon, handphone, tidak dapat melakukan penghitungan sederhana, dan bekerja dengan waktu yang lebih lama dari biasanya.

3. Sulit melakukan kegiatan yang familiar.
Seringkali sulit untuk merencanakan atau menyelesaikan tugas sehari-hari, bingung cara mengemudi dan sulit mengatur keuangan.

4. Disoritentasi.
Bingung akan waktu (hari/tanggal/hari penting), bingung di mana mereka akan berada dan bagaimana mereka sampai di sana dan tidak tahu jalan pulang kembali ke rumah.

5. Kesulitan memahami visuospasial.
Sulit untuk membaca, mengukur jarak, menentukan jarak, membedakan warna, tidak mengenali waja sendiri di cermin, menabrak cermin saat berjalan, menuangkan air di gela namun tumpah dan tidak tepat menuangkannya.

6. Gangguan berkomunikasi.
Kesulitan berbicara dan mencari kata yang tepat, seringkali berhenti di tengah percakapan dan bingung untuk melanjutkannya.

7. Menaruh barang tidak pada tempatnya.
Lupa di mana meletakkan sesuatu, bahkan kadang curiga ada yang mencuri atau menyembunyikan barang tersebut.

8. Salah membuat keputusan.
Berpakaian tidak serasi. Misalnya memakai kaos kaki kiri berwarna merah, kaos kaki kanan berwarna biru, tidak dapat memperhitungkan pembayaran dalam bertransaksi dan tidak dapat merawat diri dengan baik.

9. Menarik diri dari pergaulan.
Tidak memiliki semangat ataupun inisiatif untuk melakukan aktivitas atau hobi yang biasa dinikmati, dan tidak terlalu semangat untuk berkumpul dengan teman-temannya.

10. Perubahan perilaku dan kepribadian.
Emosi berubah secara drastis, menjadi bingung, curiga, depresi, takut atau tergantung yang berlebihan pada anggota keluarga, mudah kecewa dan putus asa baik di rumah maupun dalam pekerjaan.


(SUR)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA