Kemarau Buat Sengsara Petani Jangung

   •    Minggu, 27 Sep 2015 11:53 WIB
kemarau dan kekeringan
Kemarau Buat Sengsara Petani Jangung
Petani Jagung. MEDIA INDONESIA/Abdus

Metrotvnews.com, Lampung Timur: Dampak kemarau terasa mencekik para petani jagung  di sejumlah wilayah di Kabupaten Lampung Timur Provinsi Lampung. Sejumlah petani merugi akibat musim kemarau yang berlangsung lama dan hujan yang tidak kunjung turun.

Sunarto (35), petani warga Desa Brajasakti Kecamatan Way Jepara, mengatakan musim kemarau yang berlangsung lama membuat hasil panen jagung miliknya menurun drastis. Dia menuturkan, dengan lahan seperempat hektare yang dimilikinya hanya bisa memanen 7--8 kuintal  jagung kering di musim kemarau ini.

"Hasil panen itu menurun akibat minim curah hujan yang turun, padahal dengan curah hujan yang cukup, biasanya saya dapat menghasilkan 1,5 ton jagung kering," ujarnya sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (27/9/2015).

Dia menyatakan, saat ini harga komoditas jagung di daerahnya berkisar Rp2.200 per kilogram.

Suroto (55), petani lain  warga Desa Bandaragung Kecamatan Bandar Sribhawono menyatakan pula, akibat musim kemarau ini para petani jagung di daerahnya mengalami gagal panen.

"Hujan yang tidak turun sejak tiga bulan yang lalu menjadi penyebab utama layu tanaman jagung ini, sehingga tidak ada harapan untuk panen," ujarnya.

Padahal menurutnya, para petani jagung itu telah mengeluarkan cukup banyak modal. Suroto mengaku, pada lahan jagung miliknya seluas satu hektare tersebut telah mengeluarkan modal hampir Rp4 juta.

"Modal empat juta rupiah itu sudah termasuk untuk pembelian bibit, pupuk, dan biaya pengerjaanya," katanya.

Dia menyiasati kerugian itu dengan menjual tanaman jagung layu kepada para pemilik hewan ternak sekitar yang dihargai Rp2 juta per hektarenya sebagai pakan ternak.

Sampai saat ini, menurutnya lagi, belum ada bantuan dari pemerintah untuk menanggulangi kekeringan, seperti bantuan sumur bor untuk mengairi tanaman jagung milik para petani di daerah itu.

Dia juga menyebutkan, petani jagung yang mengalami gagal panen tidak hanya terjadi di Kecamatan Bandar Sribhawono, tapi juga di Kecamatan Sekampung Udik terjadi hal serupa.

Saat ini, budidaya komoditas pertanian di Kabupaten Lampung Timur masih didominasi subsektor tanaman pangan, karena didukung kondisi lahan di daerah ini.

Usaha budidaya tanaman pangan yang paling banyak di daerah ini, di antaranya komoditas jagung, padi, singkong, dan kedelai. Empat jenis budidaya tanaman pangan itu paling diminati para petani di Lampung Timur, karena cocok dengan keadaan lahannya.

Sedangkan yang lain untuk budidaya tanaman hortikultura, perkebunan, dan jenis usaha pertanian lainnya. Empat komoditas tanaman pangan itu merupakan penyumbang terbesar persediaan pangan di Kabupaten Lampung Timur, dengan produksi jagung sebanyak 418 ribu ton per tahun, padi sebesar 191 ribu ton per tahun, singkong sebesar 659 ribu ton per tahun, dan kedelai 1.249 ton per tahun.

Sedangkan luas areal pertanamannnya, jagung seluas 116.643 hektar (ha), padi seluas 82.365 ha, singkong seluas 34.601 ha, dan kedelai mencapai seluas 1.041,03 ha.





(SAW)

Politikus PKB Bantah Kenal Dirut Quadra Solution

Politikus PKB Bantah Kenal Dirut Quadra Solution

3 hours Ago

KPK menetapkan Direktur Utama PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudiharjo sebagai tersangka koru…

BERITA LAINNYA