Tak Hanya Infrastruktur, Pengentasan Kemiskinan Perlu Jadi Prioritas Jokowi

M Rodhi Aulia    •    Minggu, 27 Sep 2015 16:06 WIB
kemiskinan
Tak Hanya Infrastruktur, Pengentasan Kemiskinan Perlu Jadi Prioritas Jokowi
Presiden Joko Widodo,--Foto: MI/Panca Syurkani

Metrotvnews.com, Jakarta: Rektor Universitas Paramadina Firmanzah meminta pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla tidak menganaktirikan program pengentasan kemisikinan. Pemerintah juga diminta tidak hanya fokus pada peningkatan infrastruktur semata.

"Saya belum banyak mendengar tentang pentingnya pengentasan kemiskinan. Ini berat sebelah antara infrastruktur dan pengentasan kemiskinan. Memang ujung-ujungnya infrastruktur itu untuk pengentasan kemiskinan. Tapi perlu ada program yang berjangka pendek," kata Firmanzah dalam diskusi Forum Senator untuk Rakyat yang bertajuk Orang Miskin Tambah Banyak di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (27/9/2015).

Mantan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi era SBY ini mengungkapkan, jumlah orang miskin semakin bertambah banyak. Ia mengutip dari data Badan Pusat Statistik per Maret 2015, angka kemiskinan sekitar sepuluh persen dari 27,73 juta menjadi 28,95 juta.

Sebab itu, ia menyarankan melalui Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjadwalkan rapat kabinet membahas pengentasan kemiskinan. Program ini, kata Firmanzah, perlu diprioritaskan secara paralel.

"Presiden perlu menambah variasi wacana dan urgensi terkait pengentasan kemiskinan. Kalau presiden menyampaikan ini penting, Menko dan para menteri juga harus melihat ini penting. Saya rasa Presiden penting memperbanyak pengentasan kemiskinan sehingga Menko fokus merumuskan program lebih lanjut," ujar dia.

Dia menjelaskan, program pengentasan kemiskinan jangka pendek harus diatur dengan jenis kemiskinan yang dialami masyarakat. Jenis itu antara lain sangat miskin, miskin dan hampir miskin. Khusus untuk yang sangat miskin, Firmanzah meminta agar diberi injeksi secara langsung. Seperti bantuan langsung tunai.

Terlebih saat ini, keadaan rakyat semakin berat. Berbagai fenomena membuat kemiskinan semakin menjamur. Seperti El Nino atau darurat kekeringan di berbagai daerah, dan bencana asap karena kebakaran hutan. Ditambah, daerah yang mengalami musibah tersebut, tercatat pertumbuhan ekonominya yang melambat.

Untuk jenis kemiskinan yang hanya miskin saja, pemerintah perlu meningkatkan produktivitas mereka dengan menjalankan program kredit usaha rakyat (KUR) atau sejenisnya dan pengiriman air bersih ke daerah-daerah yang kekeringan.

"Sekali lagi saya minta harus ada sidang kabinet apakah itu khusus atau paripurna yang membahas program pengentasan kemiskinan. Kalau tidak dilakukan, jangan heran kemiskinan akan bertambah besar dan persoalan yang timbul akibat kemiskinan itu, akan sangat kompleks," tandas dia.


(MBM)