Ekonom: Kabut Asap Tambah Potensi Kemiskinan

   •    Minggu, 27 Sep 2015 20:29 WIB
kabut asap
Ekonom: Kabut Asap Tambah Potensi Kemiskinan
Ilustrasi kabut asap. (Antara/Sheravim)

Metrotvnews.com, Jakarta: Ekonom Universitas Paramadina Firmanzah mengatakan kabut asap akibat kebakaran hutan yang menimpa daerah Sumatera dan Kalimantan dapat menambah angka kemiskinan jika tidak segera diatasi.

"Permasalahan asap itu jika tidak diselesaikan maka akan menambah jumlah orang miskin," tutur Rektor Universitas Paramadina itu sebagaimana dikutip dari Antara di Jakarta, Minggu (27/9/2015).

Persoalan asap dan kebakaran hutan, menurut dia, berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi yang sangat rendah di daerah yang terpapar karena sebagian besar mata pencaharian masyarakat berbasis alam.

"Masyarakat tersebut bukan tipe yang memiliki tabungan untuk membuka usaha lain. Jadi, saat terjadi kebakaran hutan, perekonomian mereka akan terdampak langsung," ujar Firmanzah.

Apalagi, kata dia, harga pasar dunia harga komoditas, seperti sawit, juga sedang menurun drastis sehingga makin menekan masyarakat di daerah tersebut.

Selain akibat kebakaran hutan dan asap, dia memperkirakan angka kemiskinan juga akan naik diakibatkan fenomena El Nino yang menyebabkan kekeringan di sejumlah daerah.

Untuk itu, kata dia, Presiden perlu menambah variasi wacana dan urgensi pengentasan masyarakat dari kemiskinan karena Presiden lebih fokus pada pembangunan infrastruktur.

Ia juga mengusulkan pemerintah membuat cetak biru pengentasan masyarakat dari kemiskinan agar sifatnya tidak sporadis dan lebih terintegrasi dan komprehensif.

"Sinergi dan kerja sama pemerintah pusat dan daerah merangkul pemangku kebijakan juga dibutuhkan," kata Firmanzah.

Ia menuturkan bahwa pengentasan masyarakat dari kemiskinan Indonesia pada 2005-2009 pernah mencapai prestasi karena rata-rata penurunan
kemiskinan mencapai 0,8 persen.

Sementara itu, BPS mempublikasikan data survei angka kemiskinan pada Maret 2015. Menurut BPS, terjadi lonjakan tambahan angka kemiskinan menjadi 11,22 persen atau sebanyak 28,59 juta dari 10,96 persen atau 27,73 juta pada September 2014.



(SAW)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA