Rupiah Masih Tunggu Momentum Penguatan

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 28 Sep 2015 08:29 WIB
kurs rupiah
Rupiah Masih Tunggu Momentum Penguatan
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Metrotvnews.com, Jakarta: Maraknya berita negatif masih mewarnai laju rupiah. Meski nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) sudah berada di area support, tapi rupiah masih lebih menyukai testing support dibandingkan teknikal rebound.

"Rupiah sudah sangat terlalu undervalue, tampaknya tidak terlalu dihiraukan, di mana rupiah lebih menyukai berada di teritori negatif," kata Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada dalam keterangan risetnya yang ‎diterima Metrotvnews.com, Senin (28/9/2015).

Kenyataan pahit yang dihadapi rupiah, dia menyebutkan, pada saat Bank Indonesia (BI) mencoba mengintervensi dengan menggelontorkan cadangan devisa hingga Rp65,9 triliun dalam dua bulan terakhir, nilai tukar rupiah masih terus merosot.

"Pidato Yellen pun juga tidak cukup kuat menahan pelemahan laju rupiah. Padahal jelas bahwa Yellen mempertimbangkan kenaikan suku bunga di akhir tahun ini bukan dalam waktu dekat ini," ungkap dia.

Sebelumnya sudah disampaikan, harapan akan penguatan rupiah menjadi berkurang, sehingga masih berada di zona merahnya. Intervensi pasar oleh BI pun tidak akan ada gunanya bila tidak ada upaya perbaikan dari sisi pemerintah.

Intervensi sesaat hanya akan membuat rupiah menguat sesaat pula, namun tetap dalam pola tren menurun. Sepanjang belum ada kabar positif, maka pelaku pasar akan cenderung menjauhi pasar.

Menurut dia, laju rupiah masih harus ekstra keras dalam menemukan momentumnya. Selama tidak ada sentimen positif maupun berita-berita positif, maka rupiah pun akan sulit menemukan momentum penguatannya.

Meski demikian, dia mengharapkan, tetap mewaspadai sentimen gerak rupiah di pasar.‎ "Dalam satu hari ini laju rupiah akan berada di level Rp14.680-Rp14.725 per USD (kurs tengah BI)," tutup dia.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA