Laporan dari Amerika Serikat

Indonesia Akan Hadir dalam Pengibaran Bendera Palestina di PBB

Fajar Nugraha    •    Senin, 28 Sep 2015 11:33 WIB
sidang majelis umum pbb 2015
Indonesia Akan Hadir dalam Pengibaran Bendera Palestina di PBB
Jubir Kemenlu Arrmanatha Nasir (kiri) dan Dubes Desra Percaya (kanan) (Foto: MTVN)

Metrotvnews.com, New York: Ada satu yang spesial dalam pelaksanaan Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-70. Bendera Palestina secara resmi akan dikibarkan di markas besar PBB.

Rencananya pengibaran itu akan berlangsung pada 30 September 2015, siang hari waktu New York, Amerika Serikat (AS). Pengibaran bendera ini menjadi tahap awal atas keanggotaan tetap Palestina dalam tubuh PBB.

"30 September 2015 nanti akan ada upacara pengerekan bendera Palestina di Markas PBB," ujar Perwakilan Tetap Indonesia untuk PBB, Dubes Desra Percaya di Gedung PTRI New York, Minggu (27/9/2015) waktu AS.

"Indonesia rencananya akan diwakili oleh Menlu (Retno Marsudi). Sementara Presiden Mahmoud Abbas dan Sekjen PBB Ban Ki-Moon juga akan hadir," lanjutnya.

Posisi Indonesia dalam mengupayakan pengibaran bendera Palestina di PBB bisa dikatakan sangat signifikan. Menurut Dubes Desra, pihak Palestina meminta Indonesia sebagai co-sponsor.

"Palestina meminta kita (Indonesia) sebagai co-sponsor dan mencari dukungan atas itu (resolusi pengibaran bendera Palestina). Hasilnya, 55 negara yang didekati Indonesia mendukung resolusi ini," lanjutnya.

Seperti diketahui, 119 dari 193 anggota PBB memilih untuk mendukung resolusi ini. Sementara delapan, termasuk AS dan Israel menolak pengibaran bendera itu.

Direncanakan bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla akan menghadiri upacara bersejarah itu. Namun JK di tanggal yang sama akan menjalani pemeriksaan kesehatan.

Tetapi JK masih akan mengikuti pembukaan General Debate di PBB. Adapun General Debate ini akan diawali resepsi dengan Sekjen Ban Ki-Moon dan kemudian diikuti pernyataan dari AS dan Brasil.

Sementara tema dari General Debate itu adalah "The UN at 70: The Road Ahead for Peace, Security and Human Rights". Sedangkan pada pertemuan penjaga perdamaian, akan mengetengahkan tema "Leaders Summits on Peacekeeping Operation".

Melihat tema tersebut, Indonesia dinilai bisa memberikan kontribusi besar. Hal ini tidak terlepas dari aktifnya Indonesia dalam kawasan global dan juga keikutsertaan Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB.

"Kita selalu mengedepankan diplomasi dalam mengatasi konflik. Itu yang diketahui dari negara-negara lain," tutur Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir.

Dalam kunjungan ke Sidang Majelis Umum PBB, Wapres Jusuf Kalla ditemani oleh Menlu Retno Marsudi,
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani , Menteri Kesehatan Nina F. Moeloek dan Menteri Pemberdayaan Perempuan Yohana Yembise.


(FJR)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA