Kuasa Hukum Komisioner KY: Sarpin Sudah Gunakan Hak Jawab, Berulang-ulang

Dheri Agriesta    •    Senin, 28 Sep 2015 12:04 WIB
sarpin effect
Kuasa Hukum Komisioner KY: Sarpin Sudah Gunakan Hak Jawab, Berulang-ulang
Komisioner Komisi Yudisal Taufiqurahman Syahuri dan Kuasa Hukumnya Andi Asrun saat bertandang ke Bareskrim Mabes Polri,--Foto: MTVN/Dheri Agriesta

Metrotvnews.com, Jakarta: Kuasa Hukum Komisioner Komisi Yudisal Taufiqurahman Syahuri, Andi Asrun, mengatakan, kasus antara KY dan Hakim Sarpin Rizaldi merupakan permasalahan sengketa pemberitaan, seperti pandangan yang dikeluarkan Dewan Pers. Lagipula, Hakim Sarpin telah menggunakan hak jawab di media cetak.

"Pada intinya, pada pandangan Dewan Pers, yang dipermasalahkan pengadu atau pelapor merupakan sengketa pemberitaan pers," kata Andi di Barekrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, (28/9/2015).

Seharusnya permasalahan ini selesai lewat mekanisme hak jawab atau hak koreksi atau pemberitaan seperti yang disebut dalam Pasal 5 UU Nomor 40 tentang Pokok Pers. Andi menyebut Sarpin telah menggunakan hak jawab itu.

Kata dia, Sarpin bahkan menyampaikan lebih dari sekadar hak jawab. "Bahkan Pak Sarpin mengatakan dia muak melihat dua komisioner KY itu. Saya kira sudah lebih dari hak jawab itu, ya kan. Dan ada semua pemberitaan kita sampaikan," kata dia.

Dengan pernyataan yang dikeluarkan Sarpin, Andi menyebut, permasalahan ini seharusnya selesai. Jika tidak, pihak KY mempertimbangkan melaporkan Sarpin.

"Karena Pak Sarpin kan kalau seandainya Pak Sarpin menurut kami mengeluarkan pernyataan tidak menyenangkan kita ingin lapor juga," kata dia.

Bagi pihak KY, hal itu masih sekadar wacana. Sebab itu, pihaknya akan berdiskusi dengan penyidik Bareskrim tentang wacana tersebut.

"Ini baru wacana artinya bagaimana kita, baru pertimbangan. Nanti ngomong juga dengan penyidik ini bagaimana. Pak Sarpin sudah menggunakan hak jawabnya kan dan berulang-ulang," kata dia.


(MBM)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA