Industri Tekstil dan Garmen Terpukul Pelemahan Rupiah

Eko Nordiansyah    •    Senin, 28 Sep 2015 12:54 WIB
rupiah melemah
Industri Tekstil dan Garmen Terpukul Pelemahan Rupiah
Menteri Perindustrian Saleh Husin (MI/ROMMY PUJIANTO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin mengatakan, beberapa industri tekstil dan garmen sedikit banyak mengalami gangguan akibat pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Terlebih lagi, tekanan nilai tukar rupiah sangat memukul industri yang menggunakan bahan baku impor.

"Terutama yang menggunakan bahan bakunya impor dengan nilai valuta yang memang tinggi, memang ada pengaruhnya," kata Menperin Saleh, di Kantor Menteri Koordinator Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2015).

Menurutnya, apabila hasil industri tersebut dipasok untuk pasar internasional maka tidak akan ada masalah dengan penguatan USD sekarang ini. Namun, jika industri tersebut berorientasi terhadap pasar domestik maka akan sangat terpengaruh oleh pelemahan nilai tukar rupiah.

"Tapi kalau dia kembali ke pasar ekspor tidak terlalu masalah. Tapi kalau misalnya pasarnya domestik mau tidak mau (terkena dampak pelemahan rupiah)," jelas Saleh.

Ia menambahkan, selain akibat pelemahan nilai tukar rupiah, industri juga mengalami tekanan akibat penjualan ke pasar internasional tengah mengalami perlambatan. Hal ini merupakan dampak dari perlambatan ekonomi yang dirasakan secara global.

"Ada yang dia bahan bakunya impor terus jualnya dalam negeri. Kalau dia jual ekspor lagi enggak ada masalah. Tapi memang daya serap pasar luar negeri tengah menurun," pungkasnya.



(ABD)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

4 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA