Warga Solo Desak Presiden Jokowi Selamatkan Taman Sriwedari

Pythag Kurniati    •    Senin, 28 Sep 2015 13:17 WIB
budaya
Warga Solo Desak Presiden Jokowi Selamatkan Taman Sriwedari
Foto: Taman Sriwedari, Kota Solo, Jawa Tengah/MI_Ferdinand

Metrotvnews.com, Solo: Warga Solo, Jawa Tengah, mendesak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo segera menyelamatkan kawasan cagar budaya Taman Sriwedari. Warga Solo, budayawan, dan seniman menyurati Presiden Jokowi untuk turun tangan menyelesaikan sengketa lahan ruang bersejarah itu.

Surat yang dinamakan rumusan bersama menyikapi sengketa kawasan cagar budaya Sriwedari, itu berisi sejumlah poin. Pertama, warga Solo mendukung upaya hukum Pemerintah Kota Solo guna menyelesaikan sengketa lahan Taman Sriwedari agar kembali menjadi milik negara.

Warga Solo juga memohon kepada Pengadilan Negeri Solo mempertimbangkan aspek sosiologi, psikologis, nilai-nilai budaya, dan kesejahteraan dalam mengambil keputusan terkait sengketa lahan Kawasan Cagar Budaya Taman Sriwedari.

Terakhir, warga Solo menggugah kesadaran seluruh anak bangsa sebagai ahli waris kebudayaan nasional untuk turut serta menyelamatkan, menjaga, dan melestarikan aset-aset khasanah budaya bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke sebagai pilar pembangunan karakter dan identitas bangsa.

Ketua Mitra Museum Radya Pustaka Teguh Prihadi mengatakan, empat poin itu merupakan hasil rumusan tim V yakni MT Arifin, Muchus Budi, Agus Anwari, Bambang Irawan, dan Sutarto. Hasil rumusan itu akan disampaikan ke sejumlah lembaga terkait, Presiden Jokowi, MPR RI, DPR RI, Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, dan lain-lain.

"Dengan keluarnya rumusan ini, otomatis tugas tim V (lima) sudah selesai dan otomatis dibubarkan. Dengan sedikit revisi dan pembenahan kita segera surati beberapa lembaga yang terkait sesegera mungkin. Intinya, kami mendesak agar persoalan sengketa Sriwedari segera diambil alih pemerintah pusat," kata Ketua Mitra Museum Radya Pustaka, Teguh Prihadi, di Kota Solo, Jawa Tengah, Minggu (27/9/2015) malam.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Solo mendapatkan surat pemberitahuan eksekusi (aanmaning) dari Pengadilan Negeri Surakarta. Pihak Pemkot Solo diminta memenuhi panggilan PN Solo pada 29 September 2015 terkait sengketa lahan Taman Sriwedari, Kota Solo. Surat dari PN Solo itu merujuk pada putusan Mahkamah Agung Nomor 3249 K/Pdt/2012 per 5 Desember 2013 yang memenangkan Suharni dan kawan-kawan selaku ahli waris KRMT Wirjodiningrat sekaligus pemilik lahan Radya Pustaka bagian dari kawasan cagar budaya Taman Sriwedari.


(TTD)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA