Amanat RPJM Harus tercapai sampai 2019

Annisa ayu artanti    •    Senin, 28 Sep 2015 13:29 WIB
ekonomi indonesia
Amanat RPJM Harus tercapai sampai 2019
Menteri ESDM Sudirman Said Memakai baju Putih ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan beberapa Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) akan tercapai sampai 2019.

Menteri ESDM, Sudirman Said mengatakan RPJM telah memberi beberapa amanat yang harus direalisasi hingga berakhirnya masa kepemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

"Kedepan, RPJM memberi amanat pada 2019 kita musti menjaga lifting kita sekurang-kurangnya 700 barel per hari, 64 persen gas yang kita punya harus dikonsumsi di dalam negeri," kata Sudirman Said dalam memberikan amanat saat Upacara HUT Pertambangan dan Energi, di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (28/9/2015).

Sudirman menambahkan untuk produksi batu bara di tanah air juga harus ditahan yaitu sebanyak 400 juta ton per tahun dengan atau sekitar 60 persen diantaranya akan digunakan untuk konsumsi dalam negeri memperkuat rasio elektrifikasi kita.

"Lalu, dari sisi listrik kita punya banyak tantangan bagaimana meningkatkan rasio dari 84 persen menjadi 97 persen dalam lima tahun kedepan," lanjut dia.

Lalu, lanjut dia, bauran energi Indonesia juga harus sesuai dengan kebijakan energi nasional yang merupakan pengamalan dari Undang-undang energi yang mensyaratkan bahwa 10 tahun kedepan Indonesia harus bisa mengkonsumsi sekurang-kurangnya kita bisa mengkonsumsi 23 persen energi baru dan terbarukan.

"Sembilan program strategis telah disusun mulai dari konservasi energi, mendorong eksplorasi, membangun infra, konsisten hilirisasi dibidang minerba, membangun industri mendukung untuk investasi kita memberi manfaat kepada insinyur ahli agar bisa memberikan peran insinyur secara maksimal," tutup dia.





(SAW)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA