Soesatyo: Remisi bagi Corby Lecehkan Wibawa Hukum

   •    Senin, 12 Aug 2013 23:33 WIB
Soesatyo: Remisi bagi Corby Lecehkan Wibawa Hukum
MI

Metrotvnews.com, Jakarta: Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Bambang Soesatyo mengkritik kebijakan pemerintah yang memberi keringanan hukuman bagi terpidana narkoba asal Australia, asal Australia Schapelle Leigh Corby, berupa remisi umum bahkan pembebasan bersyarat.

"Kebijakan beruntun meringankan atau mengurangi hukuman terpidana narkoba Corby merupakan pelecehan terhadap sistem dan wibawa hukum nasional. Saya mendesak pemerintah segera menghentikan pelecehan ini karena perlakuan istimewa terhadap Corby itu keterlaluan," kata Bambang dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (12/8).

Tahun ini, Corby berpeluang mendapatkan remisi umum atau pembebasan bersyarat jika dia mau menjadi justice collaborator (saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum).

"Corby boleh diibaratkan sebagai terpidana VIP yang benar-benar menikmati obral pemotongan hukuman. Sudah mendapat grasi selama lima tahun, dia pun kini berpeluang mendapatkan lagi remisi umum," kata anggota Komisi III DPR RI itu.

Menurutnya, hukum di Indonesia menjadi tampak melemah dan mudah dinegosiasi di mata warga negara asing. Hal tersebut dapat menjadi salah satu alasan meningkatnya intensitas penyelundupan narkoba ke dalam negeri. "Penjahat narkoba WNA tidak pernah jera kendati sistem hukum kita mampu memberi sanksi maksimal berupa hukuman mati," kata dia.

Dia menganggap pemerintah sedang melecehkan sistem dan wibawa hukum. Kalau pelecehan tersebut tidak segera dihentikan maka dapat menjadi contoh yang kurang baik di masa mendatang.

"Kalau pemerintah melecehkan hukum, maka elemen-elemen tertentu dalam masyarakat kita akan terdorong untuk juga melanggar hukum. Ancamannya adalah rusaknya ketertiban umum," katanya.

Corby ditangkap membawa 4,2 kg ganja di dalam tasnya di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali, pada 8 Oktober 2004. Dia kemudian diputus bersalah atas tuduhan yang diajukan terhadapnya dan divonis hukuman penjara selama 20 tahun pada 27 Mei 2005. Corby juga didenda sebesar Rp100 juta.

Pada 12 Oktober 2005, setelah melalui banding, hukuman Corby dikurangi lima tahun menjadi 15 tahun. Pada 12 Januari 2006, melalui putusan kasasi, MA memvonis Corby kembali menjadi 20 tahun penjara, dengan dasar bahwa narkotika yang diselundupkan Corby tergolong kelas I yang berbahaya.

Pada Mei 2012, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengabulkan grasi untuk mengurangi hukuman lima tahun bagi Corby. Dan pada tahun yang sama, Corby kembali menikmati remisi umum pada perayaan HUT ke-67 Proklamasi Kemerdekaan RI. (Antara)


Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA