Tinjau Pemulasaraan Mu'aishim, Menag Pastikan Tim Bekerja Optimal

Al Abrar    •    Senin, 28 Sep 2015 13:36 WIB
tragedi mina 2015
Tinjau Pemulasaraan Mu'aishim, Menag Pastikan Tim Bekerja Optimal
Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin--Foto: Foto Terbit/Adam Dwi

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kembali menunjukkan keseriusan kalau penanganan korban tragedi Mina, cepat rampung. Tragedi yang merenggut ratusan jemaah haji dari berbagai negara itu terjadi pada Kamis 24 September 2015.

Hal tersebut disampaikan Menag, usai memantau langsung proses kerja tim Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dalam mengidentifikasi jenazah korban peristiwa Mina, di Majma’ ath-Thawary bil Mu’aishim yang menjadi tempat pemulasaraan jenazah korban peristiwa Mina.

"Yang penting, poin saya adalah ketelitian kita. Setiap kali mereka mengeluarkan foto begini, selalu ada petugas kita yang melihat secara rinci foto per foto sehingga tidak ada yang mis," kata Kemenang di Mekkah, melalui keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com, Senin (28/9/2015).

Sejak pertama kali memberikan akses kepada petugas haji setiap negara, Pemerintah Arab Saudi telah merilis lebih dari 1.000 foto jenazah. Pada malam pertama pembukaan akses, Jumat (25/9) malam, dirilis sekitar 500 foto. Pada malam kedua dirilis kembali 350 foto. Dan pada malam ketiga, ketika Menag Lukman berkunjung, diinformasikan telah dirilis kurang lebih 300 foto.

Pantauan Media Center Haji (MCH) foto-foto tersebut di tempel pada dinding dua ruangan berluas sekitar 60 meter persegi. Satu ruangan diperuntukan untuk menempel foto-foto sebelumnya, sedang satu ruangan menempel foto-foto rilis terbaru.

Kepada Tim PPIH, Menag mengingatkan agar jangan sampai ada foto yang terlewati sehingga tidak sampai terperiksa.

"Kita harus yakin bahwa semua foto yang dirilis itu sudah kita lihat semua. Sebab, kalau tidak kita lihat, kita tidak bisa cek ke tempat mayat," jelasnya.

Menag menegaskan, ketelitian dalam memverifikasi sangat penting. Bagaimana cara melakukan verifikasi juga akan semakin menunjukkan profesionalitas dalam bekerja.

"Semakin banyak cara memverifikasinya itu menunjukkan keseriusan dan tingkat kecermatan dan ketelitian," terang Menag.

Sebelumnya, kepada Menag Lukman, tim kerja Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Fadil menjelaskan, mekanisme identifikasi yang dilakukan Pemeritah Arab Saudi. Menurutnya, jenazah korban peristiwa Mina disimpan dalam beberapa kontainer berpendingin udara. Ketika pemeriksaan akan dimulai, kontainer dimasukan satu per satu ke ruangan identifikasi.

"Sistemnya kontainer masuk, jenazah turun, identifikasi ada barang apa, lalu masukan ke file, setelah itu kontainer keluar dan masuk lagi kontainer selanjutnya. Sekarang ini masih ada 4 kontainer," terang Fadil.

Menurut Fadil, dalam proses identifikasi, setelah jenazah diturunkan, maka akan difoto untuk dirilis dan diberi nomor jenazah. Bersamaan dengan itu, dokumen atau benda apa pun yang melekat pada jenazah akan diambil untuk kemudian dimasukan dalam satu file (amplop) tersendiri yang juga diberi nomor jenazah.

Petugas haji, lanjut Fadil, mengawali identifikasi jenazah dari foto-foto yang dirilis Pemerintah Arab Saudi. Jika ada kemiripan, dilakukan proses cek lanjutan dengan mencocokan file yang tersimpan di gedung yang berbeda.

"Kalau dari segi fisiknya terlihat di foto ada kemiripan dengan Indonesia, kita cek ke filenya. Meski pernah sekali ternyata setelah dicek ternyata bukan orang Indonesia," katanya.

Fadil mengaku, proses identifikasi itu memang membutuhkan waktu. Pasalnya, ada kalanya foto sudah dirilis namun ketika akan dilakukan crosscheck ke file, ternyata file dengan nomor rilis foto yang ada belum keluar sehingg harus menunggu sampai file itu keluar.

"Ada juga yang fotonya sudah dirilis dan kita sudah menemukan, file tersebut belum muncul. Kita tunggu sekitar setengah jam, file itu baru muncul di ruang selanjutnya," kisahnya.

Fadil mengatakan, secara umum identitas jemaah ditemukan dengan petunjuk gelang. Namun demikian, Fadil juga berbagi kisah keberhasilannya mengidentifikasi jenazah jemaah haji yang ternyata hanya meninggalkan handphone. Awalnya Fadil mengidentifikasi salah satu foto jenazah sebagai orang Indonesia. Setelah itu, dia melakukan pengecekan ke file jenazah tersebut sesuai dengan nomornya.

"Setelah dicek ke file, ternyata tidak meninggalkan apa-apa, hanya sebuah handphone. Kita ambil simcardnya, kita cek ke siapa dia menelepon terakhir dan sms. Dari situ diketahui kalau ternyata dia adalah WNI over stayer asal Malang yang sudah 15 tahun di sini dan akhirnya kita dapat," kisahnya.

Mendengar hal itu, Menag mengatakan, informasi tentang bagaimana tim PPIH menelusuri jenazah harus dapat didokumentasikan dengan baik. "Ini menarik. Jadi berbagai variasi cara verifikasi itu dijelaskan," kata Menag.

"Mekanisme cara kita memverifikasi juga harus didokumentasikan untuk bahan laporan. Begini lho proses verifikasi yang kita lakukan. Anda tadi menceritakan kronologis, ini lho foto-fotoya, cara kita mengidentifikasi, mengenali, nanti di jenazah difoto-foto juga cara kita mengidentifikasi," tambahnya.

Selain ke ruang rilis foto, Menag juga berkesempatan melihat ruang penyimpanan file dan dokumen jenazah, juga melihat langsung kamar penyimpanan jenazah. Pantauan tim MCH, tampak beberapa jenazah yang dijejer rapih dalam sebuah ruangan berpendingin.

Hingga Senin (28/9) dini hari, Tim PPIH telah mengidentifikasi 41 jemaah haji Indonesia yang wafat karena peristiwa Mina. Namun begitu, dari laporan yang masuk, masih ada 82 jemaah haji Indonesia yang belum diketahui keberadannya. Untuk itu, Dirjen PHU Abdul Djamil memastikan, tim PPIH akan terus bekerja keras melakukan penelusuran.

"Tim telah berusaha keras siang dan malam mencari jemaah yang masih belum diketahui keberadaannya dan mengidentifikasi jenazah yang telah diketahui meninggal dunia," terang Abdul Djamil, Senin (28/9/2015).

Ikut dalam monitoring identifikasi jenazah ini, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Abdul Djamil, Irjen Kemenag M. Jasin, Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Muhajirin Yanis, Direktur Pelayanan Haji luar Negeri Sri Ilham Lubis, Direktur Pengelolaan Dana Haji Ramadan Harisman, Kepala Pusat Informasi dan Humas Rudi Subiyantoro, serta staf khusus Menag Hadi Rahman dan Sekretaris Menag Khoirul Huda.


(MBM)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA