Desakan Penutupan Klub Malam di Ibu Kota Menguat

Intan fauzi    •    Senin, 28 Sep 2015 14:43 WIB
prostitusi
Desakan Penutupan Klub Malam di Ibu Kota Menguat
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Muhammad Taufik. (Foto: MTVN/Susanto)

Metrotvnews.com, Jakarta: Desakan agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup klub malam semakin menguat. Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama diminta bertindak tegas menutup klub malam dan hotel esek-esek yang kerap dijadikan sarang narkoba.
 
"Saya senang sekali kalau gubernur berani nutup tempat esek-esek. Pokoknya yang berbau esek-esek tutup saja, saya setuju. Asal ada buktinya, hajar," kata Wakil Ketua DPRD DKI Muhammad Taufik di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2015).
 
Ia mengungkapkan, penghasilan asli daerah (PAD) dari hotel esek-esek dan hiburan malam tidak terlalu besar. Anggota fraksi Gerindra itu mendorong pemerintah segera menutup keduanya. "Sekalian saja ditutup. PAD kita dari tempat esek-esek dan hiburan malam enggak besar kok," ujar Taufik.
 
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso telah menemui Ahok dan meminta lokasi hiburan malam ditutup. Hal itu terkait banyaknya peredaran narkoba di lokasi hiburan malam.
 
"Diskotek sudah sepakat dua opsi, tutup total atau jam 12 malam tutup. Latar belakang kita sama, diskotek tempat beredarnya narkoba. Saya minta Kepala BNN lebih akurat soal peredaran narkoba. Narkoba kalau tempat penggunaannya ditutup, pasarnya ditutup, otomatis mengurangi peredaraanya. Tidak mungkin dia geleng-geleng kaya orang gila di rumahnya tanpa musik," katanya.


(FZN)