Tiga Hal yang Ditanyakan Pengacara Komisioner KY kepada Penyidik Bareskrim

Dheri Agriesta    •    Senin, 28 Sep 2015 14:45 WIB
sarpin effect
Tiga Hal yang Ditanyakan Pengacara Komisioner KY kepada Penyidik Bareskrim
Komisioner Komisi Yudisal Taufiqurahman Syahuri dan Kuasa Hukumnya Andi Asrun saat bertandang ke Bareskrim Mabes Polri, Senin (28/9/2015). Foto: MTVN/Dheri Agriesta

Metrotvnews.com, Jakarta: Kuasa Hukum Komisioner Komisi Yudisial Taufiqurrohman Syahuri, Andi Asrun, mengungkapkan tiga hal yang akan dikonfirmasi kepada penyidik Bareksrim Polri. Hal-hal itu adalah menyangkut permintaan gelar perkara, pemeriksaan saksi ahli yang meringankan dan surat yang dikeluarkan Dewan Pers.

"Kami minta gelar perkara karena untuk mendudukkan perkara lebih baik dan itu diatur dalam peraturan Kapolri," kata Andi di Bareskrim Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2015).

Andi menyebut, tak ada yang salah dalam permintaan gelar perkara itu. Menurutnya, mekanisme gelar perkara bisa membeberkan duduk permasalahan yang menjerat kliennya.

Dalam gelar perkara, kata dia, masing-masing pihak duduk bersama dan menyampaikan pandangannya. "Mekanismenya lebih bagus gelar perkara, gelar perkara kan duduk bareng, masing-masing pihak didengarkan," kata dia.

Selain itu, ada beberapa hal yang ingin disampaikan Komisioner KY kepada penyidik Bareskrim Polri. Di antaranya mengenai empat orang saksi ahli yang diajukan untuk diperiksa terkait kasus dugaan pencemaran nama baik.

"Juga ada surat dari Dewan Pers bahwa perkara ini tidak ada unsur pidananya, ini adalah sengketa pers," tambah dia.

Karena itu, Andi meminta, penyidik mempertimbangkan menggunakan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pokok Pers. Merujuk kepada UU itu, Andi berpendapat masalah antara Hakim Sarpin dan Komisioner KY telah selesai karena Sarpin telah menggunakan hak jawab di media cetak.

"Sudah ada sanggahan di Rakyat Merdeka. Semua unsur harus diperhatikan penyidik," pungkas Andi.

Diberitakan sebelumnya, Ketua KY Suparman Marzuki dan Komisiner KY Taufiqurrohman Syahuri memenuhi panggilan Direktorat Pidana Umum Bareskrim Polri terkait kasus dugaan pencemaran nama baik Hakim Sarpin Rizaldi, hari ini. 


(KRI)