Setiap Bulan 250 Pasutri di Depok Bercerai

Wanda Indana    •    Senin, 28 Sep 2015 15:08 WIB
perceraian
Setiap Bulan 250 Pasutri di Depok Bercerai
Ilustrasi. Foto: Jeffrey Hamilton/Getty Images

Metrotvnews.com, Depok: Pengadilan Agama Kota Depok, Jawa Barat, mencatat saban bulan rata-rata 250 pasangan di kota itu mengajukan gugatan cerai. Sejak Januari hingga akhir bulan lalu, Pengadilan Agama Depok menangani sebanyak 1.640 perkara perceraian. 

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kota Depok, Ayik, mengatakan penyebab penceraian didominasi ketidakharmonisan dalam rumah tangga. Banyak pasangan di Depok, bercerai lantaran masalah sepele.

"Kalau rata-rata ada 250 perceraian per bulan, cerai talak dan cerai gugat. Paling dominan karena tidak harmonisnya keluarga," kata Ayik kepada Metrotvnews.com, di Pengadilan Agama Depok, Jalan Boulevard Sektor Anggrek Kota Kembang, Depok, Senin (28/9/2015).

Ayik merinci, pihak istri paling banyak mengajukan perceraian. Untuk data 2014, ada 2.291 perkara perceraian yang sudah ketuk palu. Sebanyak 1.636 di antara gugatan berasal dari pihak istri. Sementara itu, sebanyak 655 cerai talak dilakukan pihak suami.

"Memang pihak istri yang paling banyak meminta cerai. Kalau cerai talak dari suami lebih sedikit," ujar dia.

Dikatakan Ayik, angka perceraian di Depok tergolong tinggi. Hal itu diketahui dari jumlah perkara yang masuk ke pengadilan. "Seharusnya ditangani Pengadilan Agama kelas 1A, kalau di sini masih kelas 1B. Tapi Mahkamah Agung yang mengatur, mungkin tidak hanya dilihat dari jumlah perkara," ungkapnya.


(KRI)