Kemendag Susun Rencana Impor Sapi untuk Setahun

Husen Miftahudin    •    Senin, 28 Sep 2015 16:21 WIB
impor sapi
Kemendag Susun Rencana Impor Sapi untuk Setahun
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Perdagangan (Kemendag) saat ini sedang menghitung ulang kebutuhan sapi secara nasional. Hal itu dilakukan sebagai perencanaan yang tepat agar pasokan sapi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia secara keseluruhan.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Kemendag Srie Agustina menuturkan, penghitungan kebutuhan sapi tersebut merupakan rencana Kemendag untuk melakukan impor sapi secara penuh dalam satu tahun ke depan. Saat ini sendiri Kemendag tengah menyiapkan kebijakan-kebijakan terkait impor sapi tersebut.

"Gini, kita lagi proses. Lagi proses menyiapkan kebijakan-kebijakan itu. Intinya harus ada perencanaan yang tepat supaya pemenuhan pasokan daging sapi cukup kepada masyarakat," ujar Srie, usai menghadiri peresmian ASEAN Economic Community (AEC) Center oleh Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, di Kemendag, Jalan MI Ridwan Rais No 5, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2015).

"Ini lagi disiapin. Kita akan bikin perencanaan. Kita akan bikin perencanaan yang tepat. Berapa sih kebutuhan satu tahun. Kira-kira begitu," tambah Srie.

Soal regulasi impor sapi selama satu tahun tersebut, pihaknya akan menginformasikan segera jika peraturannya itu sudah siap. "Termasuk regulasi dan sebagainya untuk mendorong ke arah itu. Kalau sudah jadi, pasti diinformasikan. Pak menteri sudah bilang, intinya kalau sudah siap akan kita komunikasikan. Kalau sekarang belum, lagi diproses terus," tutup Srie.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan dan Investasi Australia Andrew Robb meminta Pemerintah Indonesia untuk menetapkan kuota impor sapi selama setahun. Hal ini agar peternak sapi Australia dapat menyiapkan kebutuhan yang diminta oleh Indonesia.

"Kita sedang mencoba meminta agar mendapatkan kuota (impor sapi dari Indonesia) selama 12 bulan. Ini agar ada stabilitas di pasar, baik dari produsen dan juga untuk pasar Indonesia sendiri," ujar Robb usai menemui Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin di kantor Kementerian Perindustrian (Kemenperin) beberapa hari lalu.

Pemerintah Indonesia mengimpor sapi hanya berasal dari Australia. Pemerintah Indonesia mengimpor berdasarkan kebutuhan nasional per kuartal. Hal ini yang dikeluhkan peternak sapi Australia karena sulit menyediakan sapi dalam waktu yang singkat.

"Ini juga agar feedlots (importir sapi) tahu jumlah dan kualitas sapi yang datang, dan peternak sapi kami tahu jumlah untuk mempersiapkan. Sehingga kedua negara memiliki pengaturan yang lebih stabil," papar Robb.



(ABD)