Ada Ruang Penyimpanan Rahasia Kejadian 1965

M Rodhi Aulia    •    Senin, 28 Sep 2015 16:26 WIB
kesaktian pancasila
Ada Ruang Penyimpanan Rahasia Kejadian 1965
Bonar Tigor Naipospos--MI/Grandyos Zafna

Metrotvnews.com, Jakarta: Sejumlah saksi bisu yang dianggap dapat menjawab keraguan publik terkait peristiwa 1965 tersimpan rapi di Badan Arsip Nasional. Hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke ruangan tersebut.

"Saya punya teman di Badan Arsip Nasional. Di sana, ada satu ruangan tertutup dan tidak ada yang boleh masuk ke sana," kata Wakil Ketua Badan Pengurus Setara Institute Bonar Tigor Naipospos di kantornya, Jalan Danau Gelinggang 62 Blok C III Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2015).

Menurut Bonar, ruangan tersebut menyimpan segala bentuk penerbitan sepanjang 1965. Tapi, anehnya, sambung dia, mengapa hanya penerbitan tahun tersebut yang dikhususkan dan hingga 50 tahun atau sekarang belum juga dipublikasikan kepada publik. "Kan dalam Undang-undang terkait kearsipan, harusnya setelah 30 tahun boleh dibuka ke publik," ujar dia.

Harusnya, lanjut Bonar, pemerintah berani membuka arsip tersebut kepada publik. Arsip atau saksi bisu tersebut tidak perlu disimpan rapat-rapat dan jauh dari publik. "Memang ada juga diatur bahwa penyimpanan arsip tersebut dapat diperpanjang, karena berbagai pertimbangan politik," tukas dia.

Indonesia pernah mengalami masa kelam pada 1965–1966. Peristiwa tersebut yaitu pembantaian terhadap orang-orang yang dituduh komunis di Indonesia pada masa setelah terjadinya Gerakan 30 September di Indonesia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, diperkirakan lebih dari setengah juta orang dibantai dan lebih dari satu juta orang dipenjara dalam peristiwa tersebut.


(YDH)