Dikoreksi, ICW Sambangi Polri Minta Data Penanganan Korupsi

Dheri Agriesta    •    Senin, 28 Sep 2015 16:38 WIB
kasus korupsi
Dikoreksi, ICW Sambangi Polri Minta Data Penanganan Korupsi
Kadiv Humas Polri Irjen Anton Charliyan,--Foto: MTVN/Giitha Farahdina

Metrotvnews.com, Jakarta: Perwakilan Indonesia Corruption Watch (ICW) menyambangi Divisi Humas Mabes Polri terkait perbedaan data penanganan kasus korupsi pada aparat penegak hukum. ICW menyebut Kepolisian menangani 536 kasus dalam rentang 2010-2014, angka ini kemudian dikoreksi pihak kepolisian.

"Kita rilis hasil pemantauan kami terhadap penanganan kasus korupsi di aparat penegak hukum tiga minggu lalu. Ternyata dari kepolisian itu dikoreksi. Yang kita pantau ada 536 kasus korupsi selama rentan 2010-2014 yang ditangani kepolisian. Sementara kepolisian mengoreksi katanya ada 5.485," kata Staf Divisi Investigasi ICW Lais Abid di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2015).

ICW mendapatkan undangan dari Kompolnas untuk membicarakan perbedaan data yang mereka miliki dengan Polri. ICW kemudian meminta informasi terkait data penanganan tindak pidana korupsi lebih rinci, tak hanya sekadar angka.

Jika hanya sebatas angka secara umum, data yang dimiliki ICW sekitar sepuluh persen dari perkara yang ditangani Polri. Sebab itu, perwakilan ICW meminta data yang lebih lengkap terkait penanganan tindak pidana korupsi ini.

"Kita minta informasi itu sampai detil paling tidak perihal nama kasus, kejadiannya tahun berapa, inisial tersangka, kerugian negara, dan dimana itu ditangani Bareskrim, Polda atau Polres mana. Lalu nanti kita cocokkan data kita, dari situ nanti akan ketemu letak perbedaan itu," tambah Lais.

Lais menambahkan, ICW memperoleh data itu melalui jaringan yang dimiliki di daerah. Selain itu, ICW juga memanfaatkan media dan website aparat penegak hukum untuk mengakses data terkait.

"Kita juga minta informasi, hampir setiap semester kita minta informasi ke Kejaksaan dan Kepolisian soal statistik penanganan kasus. Tapi yang diberikan hanya data minim saja, misal di Polda sekian kasus yang ditangani," kata dia.

Selain meminta data terkait penanganan tindak pidana korupsi, ICW juga mendorong Kepolisian membangun sistem informasi. Sehingga, informasi penanganan perkara di berbagai instansi kepolisian dapat dipantau Mabes Polri dan publik.


(MBM)

KPK yang Berani Jujur Hebat

KPK yang Berani Jujur Hebat

16 minutes Ago

KERJA ekstra keras yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk menjerat Setya Novanto dal…

BERITA LAINNYA