Pembunuh Deudeuh Kerap Dihantui Perasaan Takut

Ilham wibowo    •    Senin, 28 Sep 2015 18:06 WIB
pembunuhan deudeuh
Pembunuh Deudeuh Kerap Dihantui Perasaan Takut
Persidangan kasus pembunuhan Alfi Sahrin atau Deudeuh alias Tata Chubby di PN Jaksel,--Foto: MTVN/Ilham Wibowo

Metrotvnews.com, Jakarta: Prio Santoso, terdakwa pembunuh Deudeuh alias Tata Chubby, mengaku selalu dihinggapi perasaan takut dan gelisah. Apalagi, ia kini terancam dengan hukuman seumur hidup.

"Kalau takut itu manusiawi. Sebab secara materiil dia bersalah, tinggal secara formil hukumnya dia dibuktikan bersalah atau tidak," ucap kuasa hukum Prio, Deny Mahesa, usai persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan Senin (28/9/2015).

Deny mengatakan, Prio memang mengakui salah. "Yang harus kita lihat apakah ia mempunyai niat untuk melakukan itu (pembunuhan), unsur-unsurnya terpenuhi atau tidak," ucapnya.

Dia membela Prio yang dinilainya saat kejadian hanya emosi sesaat. "Kan bisa saja pas kejadian itu ia (Prio) sedang kesal atau sedang berpikiran tak enak. Apalagi kakak korban saat memberikan kesaksian tadi mengakui kalau Deudeuh ini memang kadang membuat orang lain menjadi marah," belanya.

Seperti diketahui, kakak kandung Deudeuh Alfi Sahrin, M. Iqbal, tidak mau menerima permintaan maaf Prio Santoso, pembunuh adiknya. Iqbal masih sangat kecewa dengan kejadian ini.

"Kalau secara manusiawi, untuk saat ini saya berat memberikan permintaan maaf. Saya masih kecewa dan belum bisa menghilangkan kekecewaan itu," kata Iqbal dalam persidangan kasus pembunuhan Deudeuh di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (28/9/2015).

Di awal persidangan, Prio sempat mengajukan permintaan maaf langsung pada keluarga Deudeuh. Dengan kepala tertunduk, ia terlihat sangat takut ketika melontarkan permintaan maaf. Dia tak pernah menatap muka keluarga Dedeuh yang hadir dalam persidangan.

"Saya meminta maaf kepada keluarga, semoga permintaan maaf ini bisa diterima," ujar Prio seraya menundukkan kepala dengan nada terbata-bata.

Menanggapi hal itu, Iqbal pun mengelak dan tampak geram ketika mendengar suara permintaan maaf dari Prio. Ia meminta agar proses hukum tetap dilanjutkan. "Ya jelas, kalau proses ini harus diteruskan. Tapi apakah saudara (Iqbal) mau beri permintaan maaf untuk terdakwa?" tanya ketua Majelis Hakim, Nelson Sianturi.

"Untuk saat ini belum (mau memberikan permintaan maaf) pak Hakim, tapi hukum harus tetap terus berjalan," jawab Iqbal dengan nada datar.

Prio didakwa pasal berlapis oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan terkait pembunuhan Deudeuh Alfi Sahrin alias Tata Chubby.

Prio didakwa tak hanya melakukan pembunuhan, tapi juga merampas barang-barang berharga milik Alfi.
"Dakwaan primer dengan sengaja merampas nyawa orang lain yang diikuti, disertai, atau didahului suatu perbuatan pidana dengan maksud mempermudah pelaksanaannya. Karena perbuatannya yang menghilangkan nyawa dan merampas barang secara melawan hukum, terdakwa diancam pidana dalam Pasal 339 KUHP, 338 KUHP, dan 365 ayat 1 juncto ayat 3 KUHP," kata JPU Wahyu Oktaviandi.

Sidang yang berlangsung mulai pukul 14.30 WIB itu dipimpin hakim Nelson Sianturi. Sebanyak dua orang jaksa penuntut umum, yaitu jaksa Sandhy Handika dan Wahyu Oktaviandi, hadir dalam sidang kasus pembunuhan ini.


(MBM)

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

KPK Masih Telusuri Dugaan Keterlibatan 7 Penyidik di Kasus KTP-el

28 minutes Ago

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan pemeriksaan internal terhadap tujuh orang penyidi…

BERITA LAINNYA