Pilkada Bantul, Perang Tokoh Politik dengan Para Relawan

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 28 Sep 2015 22:19 WIB
pilkada serentak
Pilkada Bantul, Perang Tokoh Politik dengan Para Relawan
Ilustrasi/Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Perang kampanye pilkada Kabupaten Bantul sudah dibuka sejak sebulan silam. Pasangan petahana Sri Suryawidati-Misbakhul Munir dan Suharsono-Abdul Halim Muslih saling beradu merebut simpati masyarakat.

Tim sukses pasangan Sri Suryawidati-Misbakhul Munir, Noorjanis Langgabarana, mengatakan pada kampanye putaran pertama 1 September hingga 5 Oktober, pihaknya telah bergerak dengan mendatangi setiap kecamatan di kabupaten Bantul. Dari 17 kecamatan yang ada, tinggal tiga kecamatan yang belum dikunjungi.

"Di situ kami menyampaikan visi dan misi untuk membangun Bantul. Kami juga melakukan orasi politik dengan menghadirkan tokoh partai," kata Noorjanis saat dihubungi Metrotvnews.com, Senin (28/9/2015).

Tokoh partai yang sudah digandeng dalam kampanye itu yakni Ketua DPD Partai Golkar Yogyakarta, Gandung Pardiman. Selain itu, kampanye juga melibatkan pemimpin partai politik koalisi, seperti Ketua DPD Partai Nasdem Yogyakarta, Subardi, dan Ketua DPD Partai Demokrat Yogyakarta, Sukedi.

"Pada kampanye putaran kedua 22 Oktober nanti kami mengundang Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh. Sudah ada konfirmasi bisa hadir," kata dia.

Ia mengungkapkan, dalam kampanye putaran pertama ini sudah membagi-bagikan alat peraga kampanye, seperti stiker, kalender, dan kaos. Namun, ia enggan menyebutkan berapa anggaran yang digunakan untuk kampanye.

"Saat ini kami hanya dibantu donatur secara gotong royong. Ada anggaran Rp1,3 miliar, tapi itu untuk saksi nanti di pilkada," ujarnya.

Sementara itu, tim sukses pasangan Suharsono-Abdul Halim Muslih, Arif Iskandar, juga mengaku sudah bergerak untuk berkampanye. Kampanye, kata dia, dilakukan dengan langsung mendatangi setiap desa yang ada di Kabupaten Bantul.

"Ada 934 desa di Bantul. Waktu yang hanya 48 hari mungkin belum cukup. Namun, kami menggerakkan setiap relawan di setiap desa," ucapnya.

Arif mengatakan para relawan itu terdiri dari tokoh masyarakat setempat. Para relawan tersebut memiliki tugas besar menyosialisasikan pasangan calon nomor satu tersebut.

"Jika terpilih, kami ingin melakukan perubahan dengan menjalankan pemerintahan yang mengutamakan transparansi anggaran, peningkatan pendapatan asli daerah, dan memakmurkan masyarakat," katanya.

Arif menambahkan, alat peraga kampanye yang sudah dibagikan sejauh ini yakni berupa leaflet, brosur, dan stiker. Namun, ia juga enggan menyebutkan berapa besaran dana yang digunakan untuk kempanye.

"Kami sesuai dengan ketentuan KPU, tidak boleh lebih dari Rp8 miliar. Tapi, sejauh ini kami hanya mengeluarkan uang untuk konsumsi saat sosialisasi," kata dia.


(UWA)

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

26 minutes Ago

Miryam mengaku mendapat tekanan selama menjalani pemeriksaan di KPK dan menyesalkan sikap jaksa…

BERITA LAINNYA