Hari Batik Dunia, Industri Batik Diharapkan Berkembang

Ahmad Mustaqim    •    Senin, 28 Sep 2015 23:39 WIB
batik
Hari Batik Dunia, Industri Batik Diharapkan Berkembang
Batik Yogyakarta. Foto: Antara

Metrotvnews.com, Yogyakarta: Pemerintah Yogyakarta berharap industri batik berkembang dari pelaksanaan Pameran Hari Batik Dunia 2015, pada 2 sampai 6 Oktober, di Pagelaran Keraton Yogyakarta. Harapan itu tertuju pada pertumbuhan ekonomi pascapelaksanaan pameran.

"Kami harap nantinya bisa menumbuhkan ekonomi dan kesejahteraan perajin batik," kata Kepala Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Yogyakarta, Syahbenol Hasibuan saat jumpa pers di Gedung Pracimosono, Kepatihan, Yogyakarta, Senin (28/9/2015).

Saat ini diperkirakan ada sebanyak 241 motif batik di Yogyakarta. Data tersebut hanya berdasarkan batik yang memiliki filosofi dan makna dari 6.000 lebih perajin. Dengan alasan tersebut, menurutnya, menjadi dasar untuk bisa meningkatkan ekonomi dan kualitas batik di Yogyakarta.

"Kami mengimbau pada Hari Batik Dunia, orang Jogja mengenakan batik, termasuk para pedagang di sepanjang Jalan Malioboro. Bukan mengenakan kaos motif batik, namun benar-benar baju batik," katanya.

Ia menjelaskan, setelah pemerintah Yogyakarta menerima penghargaan dari World Craft Council (WCC) pada Oktober 2014 silam, bakal ada pemantauan secara konsisten mengenai perkembangan batik di Yogyakarta. Pemantauan itu sebagai bahan evaluasi selama empat tahun setelah pemberian penghargaan. "Apakah konsisten atau malah sebaliknya," ujar dia.

Syahbenol menambahkan, ada sebanyak tujuh kriteria bahan penilaian yang juga sesuai dengan yang dimiliki WCC. Di antara tujuh kriteria itu yakni berkaitan dengan keaslian, ekonomi, keberlanjutan, lingkungan hidup, kaderisasi, dan ketenagakerjaan.

"Tahun lalu kita sudah memulai dengan acara membatik 3.000 meter yang melibatkan 3.000 perajin batik. Kami berharap batik Yogyakarta bisa terus berkembang setiap tahunnya," kata dia.


(UWA)