Jokowi Tetapkan 3 Prinsip Proyek Kereta Sedang Jakarta-Bandung

Desi Angriani    •    Selasa, 29 Sep 2015 00:54 WIB
kereta cepat
Jokowi Tetapkan 3 Prinsip Proyek Kereta Sedang Jakarta-Bandung
Presiden Joko Widodo--Antara/Ismar Patrizki

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah terus mengkaji keberlanjutan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang kini berubah menjadi kereta api berkecepatan sedang.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, Presiden Jokowi menetapkan tiga prinsip untuk merealisasikan proyek tersebut.

"Yang jelas tiga prinsip yang selalu disampaikan oleh Bapak Presiden. Business to business, tidak menggunakan APBN dan tidak ada jaminan pemerintah," ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/9/2015).

Pramono menjelaskan, Presiden tak menyoalkan siapapun pemenang proyek kereta sedang asal mengedepankan tiga prinsip di atas. Menteri Negara Perencanaan dan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil pun sudah diutus untuk menemui pemerintah Tiongkok.

"Instrumen apapun yang dikeluarkan ini pasti tidak secara langsung berkaitan dengan penunjukan salah satu yang akan dimenangkan. Presiden mengutus utusan khusus pak Sofyan Djalil bertemu denga PM Abe dan juga mengutus utusan khusus untuk bertemu pemerintah Tiongkok," beber politikus PDI Perjuangan ini.

Sementara itu, utusan khusus untuk menemui pemerintah Jepang masih belum ditetapkan Jokowi. Sofyan sendiri berangkat ke negeri tirai bambu, pada 27 September 2015.

"Hari ini jam 11 pagi. Mungkin pak Sofyan Djalil sudah bertemu," pungkasnya.


(AZF)

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

Miryam: Sejak Awal Saya Kecewa

27 minutes Ago

Miryam mengaku mendapat tekanan selama menjalani pemeriksaan di KPK dan menyesalkan sikap jaksa…

BERITA LAINNYA