Ini Cara Kemenag Tangani Korban Tragedi Mina

Arga sumantri    •    Selasa, 29 Sep 2015 02:09 WIB
tragedi mina 2015
Ini Cara Kemenag Tangani Korban Tragedi Mina
Jemaah Haji di Mina-----AFP/ M Al Shaikh

Metrotvnews.com, Jakarta: Kementerian Agama terus berupaya mengembangkan langkah-langkah penanganan terhadap Jemaah haji Indonesia korban peristiwa Mina. Secara detail, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menjelaskan upaya-upaya penanganan atas Jemaah haji Indonesia yang menjadi korban tragedi Mina.

Sejak hari pertama terjadinya peristiwa, kata Lukman, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sudah bergerak cepat dalam melakukan upaya strategis penanganan masalah. Antara lain dengan membentuk layanan hotline (+966 543603154) sebagai sarana komunikasi bagi masyarakat yang ingin mengetahui keberadaan keluarganya di Tanah Suci.

Kemudian, PPIH menyusun tim investigasi korban, yang bertugas melacak dan menelusuri keberadaan Jemaah haji Indonesia di maktab atau pemondokan, kondisi Jemaah yang sakit di rumah sakit, serta Jemaah yang wafat di rumah sakit dan tempat Majma’ Thawari bil-Mu’aishim (tempat pemulasaraan jenazah). PPIH juga memperkuat tim komunikasi yang berhubungan dengan pihak terkait, khususnya pemerintah Arab Saudi, muassasah, dan kepolisian.

“Tim komunikasi ini penting guna mengupayakan dimudahkannya akses terhadap identifikasi jenazah pada kesempatan yang pertama. Maklum, Arab Saudi memiliki budaya dan sistem yang berbeda dengan Indonesia,” kata Lukman, Senin (28/09/2015).

Lukman mengakui, tidak mudah mengakses tempat pemulasaraan jenazah. Sebab pihak Saudi saat itu masih berkonsentrasi pada proses evakuasi. Akses bagi tim PPIH pun baru diperoleh sehari setelah kejadian.

“Itulah kali pertama tim kami bisa mendapatkan akses untuk bisa langsung mengidentifikasi sejumlah jasad jenazah korban. Sejak saat itulah akses terbuka dan secara intensif kami bisa mendapatkan korban yang itu adalah Jemaah Indonesia,” papar Lukman.

Setidaknya ada tiga tahapan yang dilakukan tim PPIH guna mengidentifikasi jenazah. Pertama, PPIH mencocokkan foto yang dirilis oleh pihak Muashim dengan data Siskohat dan E-Hajj. Hingga malam ketiga, kata Lukman, terdapat sekurangnya 1.107 foto yang dirilis.

Bila kemudian tidak ada kesesuain data, tim mengecek tanda-tanda identitas dan benda lain yang identik dengan Jemaah haji Indonesia. Misalnya, gelang identitas, gelang maktab,tas paspor, aksesoris, pakaian, dan sebagainya.

“Jika dengan upaya ini masih ragu, maka tim PPIH Arab Saudi melakukan langkah ketiga dengan langsung melakukan cek fisik jenazah,” tambah Lukman.

Hasilnya, sejauh ini Tim PPIH berhasil mengidentifikasi 45 jenazah dengan rincian 41 jenazah Jemaah haji Indonesia dan empat jenazah WNI yang bermukim di Arab Saudi.

Lukman menyebut pemerintah Indonesia sementara ini masih fokus pada upaya pencarian Jemaah yang belum kembali ke maktabnya dan melanjutkan identifikasi jenazah. “Setelah ini, barulah kita akan melakukan evaluasi sehingga peristiwa ini bisa menjadi pelajaran yang sangat berarti dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji ke depan,” pungkas Lukman. (MCH)


(AZF)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA