Ambil Saham Freeport, Pemerintah Godok BUMN yang Tepat

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 29 Sep 2015 08:33 WIB
freeport
Ambil Saham Freeport, Pemerintah Godok BUMN yang Tepat
Tambang Freeport di Papua -- ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sedang menggodok dan mencari BUMN tepat dan mampu secara keuangan untuk mengambil alih saham PT Freeport Indonesia yang dilepas sebesar 9,36 persen.

Menteri ESDM Sudirman Said membenarkan hal itu bahwa pihaknya bersama Kementerian BUMN dan Kemenkeu sedang menentukan BUMN yang tepat dan mampu secara keuangan.

"Tentu akan dicari mana BUMN yang pas dan mampu secara keuangan. Mengenai skema keuangan dan pendanaan saya tidak bisa sampaikan komentar karena itu domain korporasi," kata Sudirman di Kantor Kementerian ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin, 28 September 2015.

Sudirman menjelaskan, prinsipnya terhadap badan usaha yang memang punya impact besar dan strategis, pemerintah pun memberikan batas-batas kemampuan keuangan jika ingin berpartisipasi.

Lebih lanjut, Sudirman juga mengungkapkan, diskusi awal dengan Menteri BUMN dan Menteri Keuangan terkait soal apakah bisa pemerintah mengambil saham yang akan divestasi itu.

"Dan tahapan sudah jelas pada perundingan itu. BUMN, BUMD, dan apabila negara memutuskan tidak ikut maka swasta. Dan swasta ini sedang kita pikirkan apakah sebaiknya masuk ke dalam pasar modal. Dan saya kira dengan begitu pasar modal akan ikut terdongkrak," beber dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Gatot mengatakan, Freeport akan segera menawarkan saham Freeport pada Oktober.

"ESDM akan melakukan negosiasi terhadap penawaran itu. Setelah tercapai kesepakatan hasilnya akan diserahkan kepada pemerintah, yaitu kementerian keuangan. Nanti urutan prioritas berdasarkan Peraturan Pemerintah adalah pemerintah. Kalau pemerintah bisa mau dilakukan oleh BUMN. BUMN tidak nanti BUMD," tambah dia.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu, Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan saat ini sedang menganalisa BUMN-BUMN mana saja yang berpotensi untuk mengambil saham PT Freeport Indonesia. BUMN harus menjadi perusahaan yang kuat untuk mengambil saham perusahaan asal Amerika Serikat itu.

"Tapi memang kita sedang menganalisa BUMN mana yang secara balanceit yang kuat untuk mengambil itu," kata Rini.

Dia menjelaskan, perusahaan yang dipimpin oleh Maroef Sjamsuddin ini memang akan melepas sahamnya kepada BUMN sebesar 9,36 persen. Oleh karena itu, dirinya. Bersama kementerian bila ada kemungkinan menaikan besaran saham maka diusahakan BUMN akan menaikannya.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA