Laporan dari Amerika Serikat

Menlu Tolak Nuansa Politik yang Meliputi Tragedi Mina

Fajar Nugraha    •    Selasa, 29 Sep 2015 10:04 WIB
sidang majelis umum pbb 2015
Menlu Tolak Nuansa Politik yang Meliputi Tragedi Mina
Menlu Retno Marsudi usai pertemuan bilateral di New York (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, New York: Tragedi yang terjadi di Mina, Arab Saudi menewaskan hingga 769 orang. Namun perkembangan terakhir justru membuat tragedi ini diarahkan ke nuansa politik.

Dari 769 orang yang meninggal dalam insiden calon haji yang berhimpitan itu, sebagian besar dari mereka ada calon haji asal Iran.

Segera setelah kejadian, Iran mengecam pihak Arab Saudi yang dianggap tidak becus menjaga keamanan. Sementara Arab Saudi menuduh calon haji Iran tidak disiplin. Media-media internasional dan lokal pun berlomba-lomba mengaitkan tragedi ini dengan persoalan politik di Timur Tengah.

"Makanya di situ kita tidak mau (terkait politik). Kita tidak mau masuk di dalam nuansa yang sangat politik,"  ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, di Markas PBB di New York, (29/9/2015) waktu Amerika Serikat (AS).

"Jadi kita betul mau menyikapi isu ini secara proposional. Kita tawarkan apa yang bisa kita bantu, untuk identifikasi korban," lanjutnya.

"Kita melihat sebenarnya mereka (Arab Saudi) kan belum tahu penyebabnya. Secara fisik bisa dilihat, mereka dari tahun ke tahun melakukan perbaikan fasilitas. Pembangunan di Mekkah itu kan dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan itu juga disampikan pada saat Presiden bertemu Raja (salman) di sana," imbuh menlu.

Menlu Retno pun menegaskan, Pemerintah Indonesia tidak akan mau memberikan penilaian sebelum investigasi itu usai. Namun dalam diplomasi tawaran memberikan bantuan, jelas merupakan sebuah pesan, setidaknya itu yang disampaikan oleh Kepala Perwakilan Tetap RI di PBB, Dubes Desra Percaya.

Untuk saat ini proses penyelidikan dari pihak Arab Saudi masih belum selesai. Ada dua investigasi yang dilakukan Arab Saudi, pertama penyelidikan atas insiden jatuhnya crane dan masalah lainnya adalah tragedi di Mina yang telah menewaskan 769 orang dan melukai 934 lainnya.


(FJR)