Laporan dari Amerika Serikat

Penyelesaian Konflik di Suriah, Indonesia Pilih Pendekatan Inklusif

Fajar Nugraha    •    Selasa, 29 Sep 2015 11:47 WIB
sidang majelis umum pbb 2015
Penyelesaian Konflik di Suriah, Indonesia Pilih Pendekatan Inklusif
Menlu Retno Marsudi (Foto: Fajar Nugraha/MTVN)

Metrotvnews.com, New York: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan Indonesia memilih pedekatan inklusif dalam penyelesaian konflik Suriah. Pendekatan ini tidak memihak ke satu pihak manapun yang berseteru.

Menlu Retno menegaskan bahwa posisi Indonesia konsisten mengutamakan pendekatan ini. Dengan cara tersebut, semua pihak yang berkepentingan dapat dilibatkan untuk mengatasi masalah di Suriah.

"Sekarang isunya kan sama-sama memerangi Islamic Stated (ISIS). AS mengatakan gak usah dengan (Presiden Suriah Bashar) Assad, Rusia mengatakan tidak mungkin tidak ada Assad. Tekanan saya inklusifkan di dalam (wilayah Suriah) juga di negara sekitar," sebut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, di Markas PBB di New York, (29/9/2015) waktu Amerika Serikat (AS).

"Kita harus mendekati negara-negara kunci yang memiliki pengaruh di dalam Suriah. Kalau ada negara kunci yang ditinggal, itu tidak bagus. Saya sudah bicara dengan Iran juga mengenai masalah ini," ungkapnya.

Bagi Menlu Retno, pertanyaannya apakah realistis dan memungkinkan untuk mengabaikan Assad?

"Posisi kita konsisten. Dalam menyelesaikan konflik atau memberikan masukan dalam konflik itu kita konsisten selalu inklusif. Saat ada orang ditinggalkan tidak diajak bicara, disitu lah kita menciptakan masalah baru.

"Jadi jangan dihubungkan dengan saya memihak kemana loh ya. Melainkan konsistensi posisi Indonesia," tegas mantan Dubes RI untuk Norwegia itu.

Menlu menambahkan negara besar mengakui pendekatan soft power yang dilakukan Indonesia dalam penyelesaian konflik. Belanda bahkan menyebutkan Community Base Activities yang diupayakan oleh Indonesia.

"Ada satu elemen yang coba saya suntik dalam  intervensi, adalah peran perempuan," tutur Menlu Retno.

Selama ini tidak dibahas bahwa perempuan menyuntik nilai toleransi dan modernasi bagi anak-anaknya. Anak itu dididik oleh ibu, ibu harus diberikan pendidikan kuat dan pada akhirnya mendukung anak dengan toleransi.


(FJR)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

5 days Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA