Modus Korupsi Terpopuler Semester I 2015

Mufti Sholih    •    Selasa, 29 Sep 2015 11:55 WIB
kasus korupsi
Modus Korupsi Terpopuler Semester I 2015
Sutan Bhatoegana, salah satu terdakwa kasus korupsi-----MI/Rommy Pujianto

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan 11 modus tindak pidana korupsi yang paling populer dan kerap dilakukan dalam semester 1 tahun 2015. Temuan didapat lewat hasil riset.

"Kita lakukan kodifikasi atas modus-modus yang sering digunakan, di semester pertama 2015, ada 11 modus yang dilakukan tersangka korupsi," kata peneliti Divisi Investigasi ICW Wana Alamsyah, seperti dilansir Antara, Selasa (29/9/2015).

Modus paling banyak ialah penggelapan dan dinilai menjadi cara paling sering digunakan koruptor. ICW mencatat ada 82 kasus dan nilai kerugian negara mencapai Rp227,3 miliar.

"Hal ini terbukti jika dibandingkan dengan semester 1 tahun lalu. Modus penggelapan sampai 99 kasus, ternyata juga menjadi modus yang paling banyak dilakukan," imbuh dia.

Modus selanjutnya ialah penyalahgunaan anggaran yang mencapai 64 kasus. Diikuti modus penyalahgunaan wewenang sebanyak 60 kasus, mark up 58 kasus, laporan fiktif 12 kasus, suap atau gratifikasi 11 kasus, kegiatan fiktif sembilan kasus, pemotongan enam kasus, mark down tiga kasus. Kemudian pemerasan dua kasus dan pungutan liar satu kasus.

"Apabila melihat pemaparan tersebut, bisa diketahui bahwa penggelapan menjadi modus yang paling sering digunakan," ujar Wana.

ICW juga menemukan, kinerja penyidikan kasus tindak pidana korupsi oleh aparat penegak hukum pada semester pertama 2015 mengalami penurunan. "Sampai awal tahun ini hanya mampu menaikkan 50,6 persen dari total 2.447 kasus korupsi dari penyidikan ke penuntutan," kata Wana.

Kasus korupsi yang telah masuk tahap penyidikan periode 2010-2015 apabila dinominalkan mencapai Rp29,3 triliun. Hasil pemantauan membuktikan aparat hanya mampu menaikkan 1.254 (50,6 persen) kasus dari tingkat penyidikan ke penuntutan, dengan nilai kerugian negara mencapai Rp18,3 triliun. Sisanya, atau 1.223 kasus (49,4 persen) tidak mengalami perkembangan positif atau dengan kata lain masih dalam tahap penyidikan, dengan nilai Rp11,04 triliun.

"Jadi aparat penegak hukum hanya mampu menaikkan setengah dari kasus korupsi berstatus penyidikan ke penuntutan atau P21," ujarnya menjelaskan.


(TII)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA