Putin: Nasib Assad Tidak Ditentukan Obama atau Hollande

Willy Haryono    •    Selasa, 29 Sep 2015 12:02 WIB
sidang majelis umum pbb 2015
Putin: Nasib Assad Tidak Ditentukan Obama atau Hollande
Presiden Rusia Vladimir Putin dalam Sidang Umum PBB di New York, AS, Senin (28/9/2015). (Foto: AFP / SPENCER PLATT / GETTY IMAGES NORTH AMERICA)

Metrotvnews.com, New York: Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam usulan pendepakan Bashar al-Assad dari kursi Presiden Suriah dalam Sidang Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Senin (28/9/2015).

Desakan mundur dilontarkan Presiden AS Barack Obama dan Presiden Prancis Francois Hollande.

"Saya menghormati kolega saya, presiden Amerika dan Prancis, tapi mereka bukan warga Suriah. Jadi, mereka tidak seharusnya terlibat dalam kepemimpinan negara lain," ujar Putin, seperti dikutip AFP

Sebelum berpidato di PBB, Putin menyarankan agar dibentuk semacam koalisi baru melawan kelompok militan Islamic State (ISIS) dengan melibatkan pasukan Suriah. 

Sementara selama ini AS menghantam ISIS di Suriah via serangan udara, dan menolak bekerja sama dengan pasukan loyalis Assad. AS justru membantu pemberontak Suriah, dan juga melatih mereka, untuk menghadapi ISIS. 

Menurut Putin, dukungan AS terhadap pemberontak Suriah adalah hal ilegal. Ia menegaskan Assad sudah melakukan hal benar dengan mengerahkan pasukannya melawan ISIS. Dukungan Putin terhadap Assad ditunjukkan dengan semakin banyaknya personel militer Rusia di Suriah.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengaku tidak mengetahui jika kehadiran militer Rusia di Suriah adalah untuk melawan ISIS. Ia berpendapat seharusnya segala upaya melawan ISIS harus terlebih dahulu dikoordinasikan. 



(WIL)