Penjual Daging Anjing Khawatir Omzet Turun

LB Ciputri Hutabarat    •    Selasa, 29 Sep 2015 12:28 WIB
daging anjing
Penjual Daging Anjing Khawatir Omzet Turun
Masyarakat yang tergabung dalam Animal Friends Jogja menolak daging anjing sebagai bahan konsumsi manusia serta meminta pemerintah segera menghentikan dan mengilegalkan perdagangan daging anjing. (Foto:Antara/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) peredaran daging anjing di Jakarta. Sejumlah pedagang menanggapi rencana ini dengan cemas. Pedagangan khawatir pendapatan mereka melorot.
 
Sembiring, 45, satu di antara penjual daging anjing di Jalan Sutoyo, Cililitan, mengaku tak sepakat penjualan daging anjing diatur sedemikian ketat. Sebab, penjualan terjadi karena ada permintaan.
 
"Kalau memang dilarang beredar, ya enggak setuju. Kan banyak yang beli di sini. Sudah terbiasa," kata Sembiring kepada Metrotvnews.com di Lapo Ingan Pulung, Jalan Sutoyo, Jakarta Timur, Selasa (29/9/2015).
 
Sembiring setuju jika Pergub difokuskan pada pengawasan daging anjing. Namun, Sembiring khawatir soal sistem pengawasan yang ada.
 
"Takut banyak peraturan malah mempersulit dan jadi uang masuk. Makanya, pengawasanya bagaimana," ujar dia.
 
Di tempat yang sama, salah satu pengunjung, Roslia, 25, mengaku setuju ada Pergub yang mengawasi peredaran daging anjing. Dia bilang, ini bentuk perhatian pemerintah soal kesehatan masyarakat.
 
"Setuju sih. Bagus, berati pemerintah mikir sampai sejauh itu. Asal pengawasannya harus jelas seperti apa, baru dijalankan," katanya.
 
Dinas Kelautan Pertanian dan Perikanan DKI Jakarta berencana menggodok regulasi terkait peredaran daging anjing di Jakarta. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan status Jakarta yang sudah bebas dari penyakit rabies sejak 1980-an.


(FZN)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA