Kenaikan PPN Rokok Dikhawatirkan Bakal Ciptakan PHK Lebih Besar

Suci Sedya Utami    •    Selasa, 29 Sep 2015 14:33 WIB
rokok
Kenaikan PPN Rokok Dikhawatirkan Bakal Ciptakan PHK Lebih Besar
Buruh rokok sedang bekerja di pabrik. (Ilustrasi FOTO: ANTARA/SENO)

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Perindustrian RI (Menperin) Saleh Husin mengaku baru mengetahui kebijakan pemerintah khususnya Menteri Keuangan yang menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk produk hasil tembakau atau PPN rokok sebesar 0,3 persen dari 8,4 persen menjadi 8,7 persen dari harga jualnya tahun depan.

Saleh menilai, kebijakan tersebut akan memberatkan dunia industri rokok. Pasalnya, dirinya banyak menerima masukan dan keluhan dunia usaha yang menyayangkan kebijakan pemerintah dalam memaksimalkan penerimaan negara melalui cara yang biasa disebut 'berburu di kebun binatang'.

"Intinya mereka agak sedikit keberatan setelah target kenaikan cukai itu terlalu tinggi, tentu PPN ini akan menyulitkan industri rokok yang ada terutama indutri yang kecil," kata Saleh, ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/9/2015).

Saleh khawatir, kebijakan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 174/PMK.03/2015 tentang tata cara penghitunga dan pungutan pajak pertambahan nilai atas penyerahan hasil tembakau yang dikeluarkan 21 September 2015, malah akan membuat PHK lebih massal.

"Ini akan berdampak mereka akan kesulitan dan pada akhirnya mereka akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan dalam hal ini seperti produktivitasnya menurun lalu lama-lama menjadi PHK," terangnya.

Saleh mengaku telah mengirimkan surat ke Kementerian Keuangan tentang keberatan kawan-kawan industri, khususnya industri rokok yang disampaikan pada dirinya.

"Iya maka itu sekarang kami ingin bagaimana industri tetap masih eksis. Jangan sampai akibat kesulitan produksi bisa berdampak yang lain, atau sebagainya," pungkasnya.


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA