Klaim Dana JHT Meningkat

Dirut BPJS Ketenagakerjaan: Kami Mampu Bayar Semua

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 29 Sep 2015 14:41 WIB
bpjs ketenagakerjaan
 Dirut BPJS Ketenagakerjaan: Kami Mampu Bayar Semua
Salah satu kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan. (FOTO: MTVN/Eko Nordiansyah)

Metrotvnews.com, Jakarta: Masyarakat Indonesia berbondong-bondong mencairkan dana Jaminan Hari Tua (JHT) setelah adanya revisi Peraturan Pemerintah‎ (PP) 46/2015 yang diganti menjadi PP60/2015. Alhasil, pencairan dana JHT meningkat tajam hingga mencapai Rp1,9 triliun menjelang akhir September 2015.

Menanggapi hal itu, ‎Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Elvyn G Masassya‎ dengan santai menjawabnya. Dia menjelaskan, peningkatan dana JHT merupakan hal yang lumrah karena masyarakat juga membutuhkan dana tersebut.

"Itu hal lumrah, biasa saja, karena mereka punya hak untuk menarik dana JHT yang telah mereka kumpulkan selama ini‎," kata Elvyn, ketika ditemui dalam acara seminar yang bertajuk 'Mencari Alternatif Baru Sumber Pembiayaan Ketika Ekonomi Dunia Penuh Ketidakpastian', di Hotel Intercontinental MidPlaza, Jakarta, Selasa (29/9/2015).

‎Meski demikian, dia mengimbau kepada masyarakat, tidak mengambil dana tersebut hanya untuk kegiatan konsumtif. Sebab, masih banyak orang yang membutuhkan dana JHT tersebut.

Elvyn menegaskan, perusahaan mampu membayar seluruh kebutuhan pencairan dana JHT masyarakat. Karena, BPJS Ketenagakerjaan memiliki aset yang besar dalam merealisasikan langkah itu. "Kita mampu untuk membayar itu semua, jadi tenang saja," tukas dia.

‎Sebagaimana diketahui,‎ pencairan dana JHT mengalami peningkatan setelah ada revisi Peraturan Pemerintah (PP) 46/2015 dan sebagai gantinya ditetapkan PP 60/2015 yang menjelaskan pekerja yang berhenti bekerja atau terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) bisa dicairkan tanpa menunggu waktu 10 tahun.

BPJS Ketenagakerjaan mengklaim sudah mencairkan dana JHT sebesar Rp1,9 triliun hingga menjelang akhir September tahun ini. "Pencairan sudah mencapai Rp1,9 triliun. Tidak hanya yang kena PHK saja, tapi untuk semua yang pensiun, cacat, dan mengundurkan diri," pungkas dia.


(AHL)