Korban Gempa Sorong Perlu Recovery Social & Trauma Healing

Damar Iradat    •    Selasa, 29 Sep 2015 15:14 WIB
gempa
Korban Gempa Sorong Perlu <i>Recovery Social</i> & <i>Trauma Healing</i>
Khofifah bersama warga Sorong. Foto: MTVN/Damar Iradat

Metrotvnews.com, Sorong: Warga Kota Sorong masih trauma pascagempa 6,8 skala Richter. Recovery social dan trauma healing diharapkan bisa memulihkan trauma.

"Mereka (korban gempa) sempat syok melihat rumahnya rusak berat. Kami akan kirim tim trauma konseling dan trauma healing dari Kemensos," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Sorong, Papua Barat, Selasa (29/9/2015).

Khofifah sempat berbincang dengan dua anak korban gempa. Keduanya tidak sekolah karena trauma. Khofifah menarik kesimpulan dampak psikologis gempa di Sorong cukup besar. Apalagi, sering terjadi gempa susulan.

"Ketika saya ketemu Erik kelas 2 SMP, atau Maggy kelas 3 SD, ketika saya tanya kenapa tidak sekolah, ternyata masih trauma. Artinya kemungkinan trauma healing dibutuhkan di sini," ujar Khofifah.

Kementerian Sosial berkoordinasi dengan tim dari kelurahan dan kecamatan untuk mendata warga yang perlu trauma healing. Tim juga harus menseleksi konselor trauma healing.

"Apakah hanya untuk anak-anak ataukah juga untuk orang tua ini akan didata. Tim dari Kementerian Sosial dari kemarin sudah ada di sini dan akan bicarakan secara teknis," ujarnya.

Gempa di Sorong terjadi pada Kamis tengah malam. Pusat gempa berada di laut dengan kedalaman 10 kilometer dan episentrum berada di 31 km Timur Laut Kota Sorong, Papua Barat, atau 68 km Timur Laut Raja Ampat, Papua Barat.

Meski tidak berpotensi tsunami, guncangan gempa dirasakan sangat kuat sekitar 15 detik oleh masyarakat Kota Sorong. Masyarakat berhamburan keluar rumah. Pasien di rumah sakit dievakuasi ke luar gedung.


(TRK)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA