Bareskrim Tak Akan Hentikan Kasus Sarpin-KY

Budi Ernanto    •    Selasa, 29 Sep 2015 15:18 WIB
sarpin effect
Bareskrim Tak Akan Hentikan Kasus Sarpin-KY
Bareskrim. Foto: BBC

Metrotvnews.com, Jakarta: Bareskrim memastikan akan terus memproses kasus pencemaran nama baik yang menyeret dua komisioner Komisi Yudisial, Suparman Marzuki dan Taufiqurrohman Syahuri.

Kasubdit III Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Kombes Umar Fana menjelaskan kasus tidak berhenti meski seorang saksi ahli menyatakan kasus tersebut tak memenuhi unsur pidana. 

"Pernyataan dari saksi yang diajukan tersangka, nanti diujinya di pengadilan. Kewajiban penyidik memang memeriksa saksi, tapi tidak harus diikuti dengan penghentian perkara karena keterangan yang didapat," jelas Umar di Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Penyidik, kata Umar, harus mengakomodasi permintaan tersangka untuk memeriksa saksi yang meringankan karena diatur di Pasal 65 dan Pasal 116  KUHP. Namun, tidak ada ketentuan untuk menghentikan kasus dengan berdasarkan keterangan saksi.

Selain itu, penyidik tetap melanjutkan kasus karena terdapat dua alat bukti. Dengan adanya alat bukti yang kuat, sesuai dengan Pasal 183 dan Pasal 184 di KUHP, penyidikan dapat diteruskan hingga nantinya perkara dilimpahkan ke kejaksaan.

Dari Taufiqurrohman, penyidik juga diminta untuk menghadirkan empat saksi ahli agar secepatnya diperiksa. Saksi ahli yang diajukan di antaranya, ahli administrasi negara Zaenal Arifin Mochtar dan Ridwan HR, ahli komunikasi politik Effendi Ghazali, dan Kriminolog Ferdinand Andi Lohlo dan Eva Zulfa.

Sebelumnya, pengacara Suparman, Ari Yusuf Amir mengatakan, pihaknya telah menghadirkan bukti-bukti yang menunjukkan kliennya sedang menjalankan fungsinya sebagai Ketua KY saat melontarkan kalimat yang dinilai Sarpin sebagai pencemaran nama baik. 

Ari mengatakan juga sudah ada saksi ahli yang memberikan keterangan kepada para penyidik. Saksi ahli bernama Eddy OS Hiariej itu mengatakan tidak ada unsur pidana dalam perkara yang juga melibatkan Komisioner KY Taufiqurrohman.

Seperti diberitakan, Bareskrim menetapkan Suparman dan Syahuri  sebagai tersangka pencemaran nama baik dan fitnah. Keduanya harus berurusan dengan polisi karena dilaporkan Hakim Sarpin Rizaldi.  

Laporan dilakukan menyusul munculnya sejumlah kecaman setelah Sarpin memutuskan memenangkan gugatan praperadilan Komisari Jenderal Budi Gunawan atas penetapan tersangka oleh KPK.


(KRI)

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

KPK Setorkan Rp2,286 Miliar ke Kas Negara

1 week Ago

Uang berasal dari uang pengganti terpidana kasus korupsi proyek KTP-el Andi Agustinus alias And…

BERITA LAINNYA