Pemerintah Masih Studi Pengganti Pelabuhan Cilamaya

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 29 Sep 2015 16:58 WIB
pelabuhan cilamaya
Pemerintah Masih Studi Pengganti Pelabuhan Cilamaya
Ilustrasi -- ANTARA FOTO/Septianda Perdana

Metrotvnews.com, Jakarta: Pemerintah masih melakukan studi kelayakan terkait pengganti pelabuhan. Hal itu dilakukan untuk dapat menghindari kegiatan operasional migas lepas pantai (offshore).

Direktur Jenderal Hubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bobby R Mamahit mengatakan sedang melakukan studi kelayakan untuk pelabuhan pengganti Cilamaya. Agar tidak mengganggu kegiatan eksplorasi migas.

"Masih dinilai, ya daerah situ kan ada Subang, Pamanukan. Kan dilihat kemungkinan yang terkait dengan akses laut. Kita mesti hindari offshore juga supaya jangan ada konflik. Ya sekitar situ," kata Bobby ditemui usai rapat kerja dengan Komisis V DPR-RI, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (29/9/2015).

Bobby menjelaskan, sejauh ini Japan International Corporate Agency (JICA) bekerja sama dengan Pemerintah tengah melakukan studi terkait lokasi-lokasi mana saja yang meungkinkan menjadi pengganti pelabuhan Cilamaya.

"Ya JICA kan cuma grant bantuan untuk studi doang. Tapi ya kita pakai studi dari mereka juga orang lokasinya tidak beda jauh. Tetap lokasinya sekitar situ, hanya nanti dipertajam yang mana yang paling memungkinkan kan," jelas dia.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa proyek pembangunan Pelabuhan Cilamaya dibatalkan. Alasannya karena pemilihan lokasi tersebut dirasa kurang mempertimbangkan faktor keamanan, seperti berpotensi mengganggu sejumlah anjungan minyak dan pipa gas milik PT Pertamina (Persero).


(AHL)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA