Masih Terdeteksi 5 Titik Panas di Kalteng

Antara    •    Selasa, 29 Sep 2015 18:08 WIB
asap
Masih Terdeteksi 5 Titik Panas di Kalteng
Sejumlah kendaran bermotor melintasi jembatan KH Hasan Basri Muara Teweh Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah yang ditutupi kabut asap tebal, Kamis (10/9/2015). Foto: Kasriadi/Antara

Metrotvnews.com, Palangkaraya: Satelit NOAA18 dan Terra-Aqua dengan "hotspot level confidence" 81 sampai 100 persen mendeteksi masih ada lima titik panas (hotspot) di provinsi Kalimantan Tengah. Lokasi titik panas itu tersebar di beberapa daerah.

Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Kalteng Marianitha di Palangkaraya mengatakan, titik panas menurut satelit NOAA18 terpantau di Kabupaten Lamandau satu titik, Seruyan satu titik, Pulang Pisau satu titik, Kapuas satu titik dan Barito Timur satu titik.

"Kalau satelit Terra-AquaA terpantau di Kabupaten Kapuas satu titik dan Kabupaten Pulang Pisau empat titik. NOAA18 itu sumbernya dari Sipongi Kementerian Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sedangkan Terra-Aqua dari BMKG," ujar Marianitha, Selasa (29/9/2015), seperti dilansir Antara.

Mengenai kegiatan Sub Satgas Udara, hari ini, untuk helikopter Kemov RCIJ dengan kapasitas 5.000 liter telah melakukan 28 kali water bombing (pemboman air) di Maliku dan Pulang Pisau.

Marianitha mengatakan untuk helikopter Mi-8 berkapasitas 4.000 liter melakukan 51 kali bombing di Arut Selatan dan Kotawaringin Barat, dan Bell 214B P2-MSA dengan kapasitas 2.700 liter tidak melakukan bombing dikarenakan jarak pandang belum memungkinkan.

"Jarak pandang memang sempat membaik pada malam hari yang menembus angka 1.000 meter. Kalau, pada pagi hingga sore hari kan jarak pandang kurang dari 1.000 meter, ini yang membuat helikopter Bell 214B P2-MSA tidak melakukan water bombing," ucapnya.

Karo Humas dan Protokol Pemprov Kalteng mengatakan untuk jumlah penderita Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), terjadi peningkatan yang signifikan dengan rata-rata per minggu mencapai 11 persen.

Dia mengatakan, sebagaimana dilaporkan Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, sampai minggu keempat bulan September penderita ISPA telah mencapai 15.528 kasus.

"Jadi, selain upaya pemadaman terus dilakukan, pelayanan kesehatan masyarakat juga semakin ditingkatkan. Ini dilakukan Pemerintah agar gangguan kesehatan yang timbul akibat buruknya kualitas udara di wilayah Kalteng dan sekitarnya tidak mengalami peningkatan," katanya.



(KRI)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

1 week Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA