Terbitkan Obligasi Rp1,5 Triliun, Waskita Karya Tawarkan Bunga 10,4-11,1%

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 29 Sep 2015 19:04 WIB
waskita karya
Terbitkan Obligasi Rp1,5 Triliun, Waskita Karya Tawarkan Bunga 10,4-11,1%
Ilustrasi. ANTARA FOTO/Wahyu Putro

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) bakal menawarkan obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2015 sebesar Rp1,5 triliun, dengan tingkat bunga tetap 10,4 hingga 11,1 persen. 

Mengutip prospektus perseroan yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (29/9/2015), Obligasi sebesar Rp1,5 triliun ini ditawarkan dalam dua seri, yaitu seri A dan B.‎ Untuk seri A memiliki nilai pokok Rp350 miliar dan ditawarkan dengan tingkat bunga sebesar 10,4 persen berjangka waktu tiga tahun. Sedangkan seri B memiliki nilai pokok sebesar Rp1,15 triliun dengan tingkat bunga yang ditawarkan sebesar 11,1 persen berjangka waktu lima tahun.

Pembayaran bunga obligasi akan dibayarkan setiap triwulan (3 bulan). Pembayaran pertama akan dilakukan pada 16 Januari 2016. Untuk pembayaran bunga obligasi seri A akan berlaku pada 16 Januari 2016 dan akhirnya pada 16 Oktober 2018. Sedangkan seri B pembayaran dimulai pada 16 Januari 2016, dan berakhir 16 Januari 2020.

Dalam rangka memuluskan penawaran obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2015 ini, perseroan telah menunjuk PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi. Sedangkan untuk wali amanat yakni PT Bank Mega Tbk (MEGA).

‎Dana hasil penawaran obligasi berkelanjutan I tahap II tahun 2015 ini setelah dikurangi biaya emisi seluruhnya akan digunakan untuk investasi jalan tol di wilayah Jawa dan Sumatera dan juga untuk modal kerja perseroan.

Adapun masa penawaran akan dilakukan pada 9 dan 12 Oktober 2015. Penjatahan pada 13 Oktober 2015 dan distribusi secara elektronik pada 16 Oktober 2015, dan dicatatkan di BEI pada 19 Oktober 2015.







(SAW)

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

Irvanto Kecewa Divonis 10 Tahun Penjara

6 days Ago

Vonis untuk Irvanto Hendra Pambudi dianggap lebih berat ketimbang vonis pelaku-pelaku utama&nbs…

BERITA LAINNYA